Deretan Fakta Unik Jam Gadang, Ikon Kota Bukittinggi Berusia Hampir 1 Abad

Menara Jam Gadang berdiri megah di pusat kota setinggi 26 meter, bangunannya bernuansa putih. Hampir setiap wisatawan yang datang ke Bukittinggi pasti menyempatkan berkunjung ke Jam Gadang.

Diterbitkan 02 Juli 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bukittinggi - Kota Bukittinggi adalah salah satu kota wisata populer di Sumatera Barat. Selain udaranya yang sejuk dan landscape alam yang memesona, kota ini juga memiliki ikon kebanggaan yang tak lekang oleh waktu, yaitu Jam Gadang.

Menara Jam Gadang berdiri megah di pusat kota setingi 26 meter, bangunannya bernuansa putih. Hampir setiap wisatawan yang datang ke Bukittinggi menyempatkan berkunjung ke Jam Gadang.

Tak hanya sekadar berfoto, kawasan di sekitar juga menawarkan pemandangan deretan rumah-rumah warga dengan latar belakang pegunungan Marapi.

Namun tahukah Anda, di balik popularitasnya Jam Gadang, Ikon ini memiliki sederet fakta unik, berikut Liputan6.com rangkum untuk Anda:

1. Berusia 99 Tahun

Jam Gadang dibangun masa pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1926 silam, artinya di 2025 ini jam gadang genap berusia 99 tahun atau satu abad. Meski berusia hampir 100 tahun, jam gadang ini tetap berdiri megah di pusat kota.

2. Arsiteknya Orang Minangkabau

Meskipun dibangun pada massa Kolonial Belanda, arsitek Jam Gadang ini dirancang oleh Yazid Sutan Maruhun dan Rasid Sutan Gigi Ameh yang merupakan orang asli Minangkabau.

 

3. Jam Beserta Mesin Buatan Jerman

Jam beserta mesinnya diimpor dari Belanda, namun siapa sangka, mesinnya justru diproduksi di Jerman.Hal itu juga bisa disaksikan pada lonceng jam yang tertera tulisan Vortmann Recklinghausen. Vortmann adalah nama belakang pembuat jam yakni Benhard Vortmann. Sementara Recklinghausen adalah salah satu nama kota di Jerman.

4. Angka Empat Romawi Ditulis IIII

Sekilas jarum jam pada Jam Gadang ini sama seperti jarum pada umumnya. Namun, apabila Anda jeli melihatnya, angka romawi IV berbeda dengan angka romawi saat ini. Angka pada jarum jam IV ditulis dengan IIII.

5. Dibangun Tanpa Besi Penyangga

Mungkin terdengar mustahil, tapi kenyataannya jam setinggi 26 meter ini dibangun tanpa sebatang pun besi penyangga. Kendati demikian Jam Gadang ini tetap berdiri kokoh hingga sekarang.