Liputan6.com, Lampung - Gamolan pekhing merupakan instrumen musik tradisional khas Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Lampung. Masyarakat setempat juga menyebutnya dengan nama cetik.
Beberapa pakar antropologi mengatakan bahwa akar gamolan pekhing adalah gamelan di Jawa. Konon, instrumen ini berkembang saat gamelan dibawa bersamaan dengan masuknya Sriwijaya pada Dinasti Syailendra.
Gamelan dan gamolan pekhing memang memiliki bentuk yang hampir sama. Hanya saja, keduanya dibuat dari bahan berbeda.
Advertisement
Instrumen xilofon ini memiliki delapan lempengan bambu dengan kisaran nada lebih dari satu oktaf. Lempengan bambu tersebut diikat secara bersambung dengan tali rotan yang disusupkan melalui lubang di setiap lempengan.
Gamolan pekhing memiliki penyangga yang tergantung bebas di atas wadah kayu. Ketika lempeng bambu dipukul dengan sepasang tongkat kayu, maka terdapat resonansi dari penyangga ini.
Alat musik ini dimainkan oleh dua orang yang berperan sebagai pemimpin (begamol) dan gelitak. Begamol memainkan pola-pola melodis pada enam lempeng, sedangkan gelitak akan mengikuti pada dua lempeng sisanya. Biasanya, gamolan pekhing dimainkan bersama-sama dengan sepasang gong atau tala, gindang, dan sepasang simbal kuningan atau rujih.
Sebelum 1990-an, gamolan pekhing hanya digunakan dalam ritual adat dan upacara penyambutan tamu. Instrumen ini bahkan sempat meredup dan dilupakan oleh masyarakat Lampung.
Â
Tidak Ada Standar Baku
Salah satu alasan redupnya gamolan pekhing karena tidak adamya standar baku dalam penataan nada. Perkembangan alat musik ini pun hanya terbatas pada kalangan seniman gamolan saja.
Hal ini mendorong seniman gamolan pekhing, Syafril Yamin, berinisiatif membuat notasi atau tata nada baku dalam instrumen ini. Saat ini, pengembangan gamolan pekhing sebagai salah satu instrumen musik khas Lampung semakin terlihat.
Materi tentang kesenian gamolan pheking pun masuk ke dalam muatan lokal di sekolah-sekolah. Gamolan pheking kemudian berkembang menjadi instrumen yang mewarnai khazanah kesenian kontemporer dan dikolaborasikan dengan instrumen musik modern lainnya.
Kini, gamolan pekhing telah menjadi salah satu wujud identitas masyarakat Lampung. Instrumen musik ini kerap ditampilkan dalam perhelatan daerah, salah satunya dalam pesta rakyat tahunan Festival Krakatau.
Penulis: Resla
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3043454/original/099471500_1580988022-Soca__Lampung__Buktikan_Kemampuannya_Memainkan_Alat_Musik_Tradisional_Gamolan_Pekhing.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295935/original/031909000_1783995386-063_2285696199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256899/original/040579900_1670717208-Inggris_vs_Prancis_di_Laga_Perempat_Final_Piala_Dunia_2022-AP__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205869/original/033832800_1666872124-000_32G277K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299157/original/011157800_1784196356-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299908/original/050735200_1784278434-000_B8U93QE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826802/original/006497200_1426131169-bigstock-Child-abuse-24665465-e1362680061120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826780/original/062578300_1426130957-20140504022234067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300005/original/014278200_1784283345-1001471304.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299496/original/097273700_1784260199-1001470072.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299225/original/023502600_1784201787-1001468174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4361081/original/023728500_1678967433-Angka_Kemiskinan_Meningkat-IQBAL_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299106/original/032162400_1784193659-1001467178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299086/original/008885800_1784192448-1001467696.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298997/original/020068600_1784189763-1001467366.jpg)