DedicArt#11, Ajakan untuk Merespasi Makna Perjalanan Waktu dan Dinamika alam dalam Tradisi Jawa

Tajuk ini mengangkat konsep pranata mangsa, yaitu sistem tradisional penanggalan Jawa yang menjadi pedoman atau petunjuk bagi masyarakat Jawa dalam melakukan aktivitasnya.

Diperbarui 21 Juni 2025, 09:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Dedication For Art atau DedicArt merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh siswa-siswi SMAN 3 Yogyakarta sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni, baik dari siswa-siswi Padmanaba, mahasiswa, maupun karya seni dari berbagai seniman yang ada di Yogyakarta. Pada tahun ini, DedicArt#11 yang digelar pada 14 sampai 15 Juni 2025.

Tidak hanya pameran biasa, DedicArt adalah ruang bagi generasi muda untuk berekspresi dan berkarya dalam balutan nuansa budaya. Selain sebagai wadah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, DedicArt juga menjadi sarana untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Yogyakarta. DedicArt telah menjadi bagian tak terpisahkan dari event tahunan Padmanaba.

Setelah perjalanan panjang sejak pertama kali digelar, kini DedicArt kembali hadir sebagai persembahan istimewa dari Padmanaba 82 dengan mengusung tajuk Pranaya “Pranata Mangsa, Nyawiji ing Budaya”.

Tajuk ini mengangkat konsep pranata mangsa, yaitu sistem tradisional penanggalan Jawa yang menjadi  pedoman atau petunjuk bagi masyarakat Jawa dalam melakukan aktivitasnya. Melalui tema ini, DedicArt#11 mengajak pengunjung untuk meresapi makna dari perjalanan waktu dan dinamika alam dalam tradisi Jawa. 

Pameran karya seni 2D dan 3D yang dipadukan dengan keragaman budaya pada  DedicArt#11 ini menjadi daya tarik utama pengunjung. Pengunjung dapat menikmati hasil kreasi para seniman baik dari kalangan muda, kalangan tua, pelajar, maupun mahasiswa. Karya seni yang ditampilkan di DedicArt#11 telah melalui proses kurasi dan seleksi sesuai dengan tema yang diangkat. Setiap karya disusun berdasarkan 12 Mangsa (musim), seperti Mangsa Kasa, Mangsa Karo, Mangsa Katelu, hingga Mangsa Sadha. Pembagian ini menjadikan setiap karya tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung dalam  alur yang berkesinambungan sehingga meninggalkan kesan di benak penikmatnya. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya menikmati estetika seni, tetapi juga diajak untuk memahami kearifan lokal dalam Pranata Mangsa. 

Tak hanya menyuguhkan pameran seni rupa 2D dan 3D, penampilan hiburan dan talkshow turut memeriahkan acara ini. Berbagai penampilan seperti penampilan tari, orkestra, musik keroncong, hingga band competition turut disuguhkan untuk menunjukan bakat-bakat yang dimiliki oleh pelajar Yogyakarta khususnya siswa-siswi SMAN 3 Yogyakarta. Sementara itu, talkshow inspiratif bersama para penggiat UMKM dan pelestari budaya akan memberikan ruang diskusi bagi para pengunjung sehingga dapat memperluas pengetahuan mengenai seni budaya Yogyakarta yang menjadi kekuatan dalam masyarakat. 

Salah satu momen spesial dalam DedicArt#11 yaitu talkshow yang menghadirkan Gusti Kanjeng Ratu Bendara, tokoh aktif dalam pelestarian budaya Jawa sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM di Yogyakarta. Dalam kesempatan ini, beliau berbagi pandangan mengenai pentingnya menjaga tradisi di tengah arus modernisasi serta mendorong generasi muda untuk terus berinovasi dengan tetap bertumpu pada akar budaya.

Talkshow ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari Omah Cangkem, kelompok seni tutur dan vokal yang menjadi ruang belajar terbuka bagi siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Penampilan mereka menjadi wujud semangat pelestarian budaya yang hidup, inklusif, dan terus berkembang.

Band competition pada DedicArt#11 hadir sebagai panggung bagi para musisi untuk mengekspresikan diri dan menjadi ajang untuk menunjukkan talenta bermusik. Band competition ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, hingga komunitas umum. Melalui competition ini, para peserta kami ajak untuk menyalurkan ide dan kreativitasnya dalam bentuk musikal, serta turut andil dalam memeriahkan DedicArt#11.

Sebagai wujud dukungan terhadap potensi lokal, DedicArt#11 juga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) untuk memperkenalkan dan mengembangkan usahanya. Beragam produk UMKM di Yogyakarta seperti sajian kuliner, kerajinan tangan, hingga aksesoris tersedia untuk dinikmati pengunjung. Pengunjung juga dapat turut berkarya melalui art station interaktif. Di ruang ini, pengunjung dapat merasakan pengalaman mengekspresikan kreativitasnya melalui coretan di atas kanvas, clay, pipe cleaner, dan strink paper.