Operator SD Tikam Pejabat Dinas Pendidikan: Laporan Dana BOS Ditolak, 6 Bulan Tak Gajian

Kasus penikaman itu dipicu laporan pertanggungjawaban dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang selalu dikoreksi korban

Diterbitkan 18 Juni 2025, 01:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Emanuel Karsianto Sukardana (25), operator SD Katolik Ilhaloko, Desa Mangganipi, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT kini mendekam di sel tahanan, setelah aksi nekatnya menikam pejabat dinas pendidikan dengan pisau.

Aksi Emanuel itu membuat, Aloysius Lede Bora (46), Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Bidang SD, dinas PPO Kabupaten Sumba Barat Daya mengalami luka serius.

Kepada polisi, Emanuel mengaku kesal lantaran sejak bulan Maret 2025, laporan dana BOS selalu dikoreksi oleh korban yang menjabat Kasi Kurikulum Bidang Sekolah Dasar (SD).

Karena tak kunjung ditandatangani, Emanuel dan beberapa guru tak menerima gaji.

"Saya hampir setiap hari konsul, tapi selalu dikoreksi. Malah diminta lagi Surat Pernyataan Telah Menerima Hibah (SPTMH), padahal sudah dijilit. Kami sudah enam bulan tidak terima gaji karena laporan selalu ditolak," ungkap Emanuel.

 

 

Simak Video Pilihan Ini:

Kronologi Kejadian

Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, AKP I Ketut Ray Artika mengungkapkan, kasus penikaman itu dipicu laporan pertanggungjawaban dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang selalu dikoreksi korban.

Penganiayaan berujung penikaman ini bermula sekitar pukul .09 30 Wita saat pelaku datang ke kantor Dinas PPO Kabupaten Sumba Barat Daya guna mengajukan laporan untuk pencairan dana BOS pada SD Katolik Ilhaloko Mangganipi.

Setelah diteliti, laporan dana BOS itu dikoreksi korban dan meminta kepada pelaku untuk melengkapi surat Surat Pernyataan Telah Menerima Hibah (SPTMH).

Pelaku pun menuruti dan kembali ke SD Katolik Ilhaloko Mangganipi untuk mengambil SPTMH.

"Saat itu, pelaku singgah di rumahnya dan mengambil sebilah pisau dan menyelipkan pada pinggang," jelasnya.

Sekitar pukul 13.00 Wita, pelaku tiba di kantor Dinas PPO Kabupaten Sumba Barat Daya. Ia lalu masuk ke ruangan korban. Saat itu korban sedang duduk bersama Manase Umbu Rato (50)

Pelaku langsung menghampiri korban dan menikam korban sebanyak dua kali menggunakan sebilah pisau.

Korban yang mengalami luka parah dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan di RSUD Reda Bolo, Sumba Barat Daya.

"Motifnya kesal karena pengajuan laporan dana BOS selalu ditolak oleh korban selaku Kasi Kurikulum Bidang SD," ujarnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan polisi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.