Liputan6.com, Bali - Desa Adat Kutapang di Nusa Penida, Bali, menyimpan tradisi unik bernama ngarak bade, sebuah ritual larung sajen ke laut yang telah berlangsung selama hampir 10 abad. Ritual ini dilakukan setiap lima tahun sekali sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Mengutip dari berbagai sumber, ngarak bade merupakan salah satu tradisi tertua di Nusa Penida yang masih bertahan hingga kini. Ritual ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-12, pada masa Kerajaan Bali Kuno.
Dalam pelaksanaannya, warga Desa Adat Kutapang membuat bade, sebuah struktur kayu berbentuk seperti menara atau rumah kecil yang dihiasi ukiran dan ornamen khas Bali. Bade ini berfungsi sebagai simbol kendaraan roh leluhur menuju alam spiritual.
Advertisement
Prosesi dimulai dari Pura Dalem Kutapang, tempat bade diberkati oleh pemangku adat. Selanjutnya, bade diarak secara beramai-ramai menuju Pantai Kutapang.
Ratusan warga berpakaian adat putih-kuning mengiringi perjalanan sambil membawa sesaji dan canang sari. Suara gamelan baleganjur mengiringi langkah mereka selama prosesi berlangsung.
Sesampainya di pantai, bade dilarung ke laut sebagai simbol pengembalian unsur alam dan penghormatan kepada dewa laut. Tradisi ini memiliki makna filosofis bagi masyarakat setempat.
Ngarak bade dipercaya sebagai bentuk permohonan keselamatan, penolak bala, dan upaya menjaga harmoni antara manusia dengan alam. Warga meyakini bahwa pelaksanaan ritual ini dapat mencegah bencana dan menjaga kesuburan tanah serta laut di sekitar Nusa Penida.
Â
Sempat Vakum 50 Tahun
Faktanya, ngarak bade sempat vakum selama hampir 50 tahun sebelum dihidupkan kembali pada tahun 2000-an oleh generasi muda Desa Kutapang. Kebangkitan tradisi ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan leluhur.
Kini, Ngarak Bade telah masuk dalam kalender event budaya Bali dan mulai menarik perhatian wisatawan. Meski mulai dikenal luas, pelaksanaan ngarak bade tetap memegang teguh aturan adat.
Wisatawan yang ingin menyaksikan dibatasi untuk tidak mengganggu prosesi utama dan harus menjaga jarak tertentu. Desa Adat Kutapang juga memberlakukan sejumlah pantangan selama ritual berlangsung, seperti larangan membuat kegaduhan atau mengenakan pakaian tidak sopan.
Tradisi ini juga menjadi bukti kekayaan budaya Bali Aga yang masih bertahan di Nusa Penida. Beberapa unsur dalam ngarak bade menunjukkan kaitan erat dengan sistem subak dan kepercayaan lokal sebelum pengaruh Hindu Majapahit masuk ke Bali. Proses pembuatan bade sendiri memerlukan keahlian dan hanya boleh dilakukan oleh undagi, tukang kayu tradisional Bali yang memahami aturan sakral.
Penulis: Ade Yofi Faidzun
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535950/original/093375400_1577858984-IMG_20200101_130416.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704768/original/097789000_1704253871-shutterstock_2328147155.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)