Tradisi Malam Mangkat dalam Pernikahan Betawi

Dalam tradisi adat Betawi, prosesi pernikahan digelar dalam beberapa tahapan. Adapun tradisi malam mangkat merupakan prosesi pada tahap awal yang dilaksanakan oleh kedua calon pengantin.

Diterbitkan 09 Juni 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Betawi - Dalam pernikahan adat Betawi, terdapat tradisi sakral bernama malam mangkat. Tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun ini dilaksanakan sebelum hari pernikahan tiba.

Dalam tradisi adat Betawi, prosesi pernikahan digelar dalam beberapa tahapan. Adapun tradisi malam mangkat merupakan prosesi pada tahap awal yang dilaksanakan oleh kedua calon pengantin.

Mengutip dari laman Seni & Budaya Betawi, tradisi ini berupa khatam Al-Qur'an dan tradisi sekep khusus untuk calon mempelai perempuan. Dalam tradisi sekep, calon pengantin perempuan akan dibalut dengan kain, selimut, hingga kasur.

Tujuan prosesi ini adalah agar tidak ada udara yang masuk, sehingga calon pengantin akan merasa gerah dan mengeluarkan keringat di tubuhnya. Tujuan lainnya adalah agar pengantin perempuan tetap harum selama prosesi pernikahan berlangsung.

Selain dengan membalut tubuh calon pengantin, prosesi ini juga memanfaatkan ramuan dedaunan yang dicampur dengan air panas. Ramuan ini kemudian dimasukkan ke dalam kendi tanah liat.

Tujuan lain tradisi malam mangkat adalah sebagai ajang silaturahmi bagi para keluarga yang hadir. Dalam tradisi ini, mereka akan membawa baskom berisi makanan, seperti beras, mi, telur, hingga sayur-sayuran. Bawaan ini nantinya akan diolah sebagai hidangan tambahan saat acara pernikahan berlangsung.

 

Mulai Siang

Meski bernama malam mangkat, tetapi tradisi ini sudah dilakukan mulai siang hari. Pihak keluarga akan saling menjamu para tamu yang datang.

Dalam tradisi ini, para tamu dan pemilik acara akan mengaji untuk meminta doa kepada Sang Pencipta agar acara berjalan lancar. Menariknya lagi, malam mangkat juga berisi acara arisan yang dilakukan oleh para sesepuh yang hadir.

Biasanya, tradisi malam mangkat terasa lebih ramai atau sibuk di rumah pihak perempuan. Pasalnya, semua persiapan dilakukan oleh pihak perempuan, mulai dari memasak hingga membuat janur. Sementara dari pihak lelaki bertugas menyiapkan seserahan berisi kue-kue khas Betawi yang akan dibawa ke pihak perempuan.

Penulis: Resla