Legenda di Balik Situ Bagendit, Air Mata Rakyat yang Berubah Menjadi Danau

Danau seluas 87,5 hektare ini terletak pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Sumber airnya berasal dari Sungai Cimanuk, dengan kedalaman rata-rata mencapai 2,2 meter.

Diterbitkan 02 Juni 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Sebuah danau di wilayah Jawa Barat menyimpan cerita rakyat tentang Nyai Endit, seorang perempuan kaya yang dikisahkan tenggelam di sebuah danau bersama harta bendanya akibat sebuah kutukan. Legenda Situ Bagendit telah menjadi bagian dari tradisi lisan masyarakat setempat yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Mengutip dari berbagai berbagai sumber, legenda ini berpusat pada tokoh Nyai Endit, seorang janda kaya yang dikenal memiliki sifat kikir dan kejam. Dalam kisah tersebut, Nyai Endit menguasahi hasil panen para petani dengan cara membeli padi dengan harga sangat murah, kemudian menjualnya kembali dengan harga berlipat-lipat ketika musim paceklik tiba.

Konon, suatu hari datang seorang nenek pengemis yang meminta sedekah kepada Nyai Endit. Alih-alih memberikan bantuan, Nyai Endit justru mengusirnya dengan kata-kata yang menghina.

Nenek pengemis itu kemudian menancapkan tongkatnya ke tanah dan mengucapkan kutukan. Ketika tongkat tersebut dicabut, muncul air yang memancar deras dan akhirnya menenggelamkan seluruh desa beserta Nyai Endit dan segala hartanya, membentuk sebuah danau yang kini dikenal sebagai Situ Bagendit.

Danau seluas 87,5 hektare ini terletak pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Sumber airnya berasal dari Sungai Cimanuk, dengan kedalaman rata-rata mencapai 2,2 meter.

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, legenda ini sering dihubungkan dengan simbol air mata rakyat yang tertindas yang kemudian berubah menjadi sebuah danau. Masyarakat sekitar meyakini bahwa peristiwa banjir yang menenggelamkan desa tersebut merupakan bentuk keadilan alam terhadap keserakahan manusia.

 

2 Karakter Utama

Keyakinan ini terus dipegang teguh sebagai penjelasan tentang asal-usul terbentuknya Situ Bagendit. Tokoh utama dalam cerita rakyat ini terdiri dari dua karakter utama, Nyai Bagendit yang melambangkan keserakahan, dan seorang kakek pengemis yang digambarkan memiliki kesaktian.

Kini, Situ Bagendit telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata utama di Jawa Barat. Kawasan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti taman bermain air.

Selain sebagai objek wisata, danau ini juga berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi. Setelah menjalani proses renovasi pada tahun 2022, objek wisata ini secara resmi dibuka kembali untuk umum. Peresmian Situ Bagendit dilaksanakan pada 21 Agustus 2023.

Penulis: Ade Yofi Faidzun