Warga Pedalaman Kalimantan Terima Layanan Kesehatan Langsung di Kampung, Lengkap dengan Edukasi Gizi

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di Kampung Besiq dan Bermai menjadi wujud nyata kepedulian terhadap akses layanan kesehatan, edukasi gizi, dan pengelolaan lingkungan bagi masyarakat pedalaman Kutai Barat.

Diterbitkan 16 Mei 2025, 04:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kutai Barat - Sekitar 300 warga dari Kampung Besiq dan Kampung Bermai, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur mendapat layanan kesehatan gratis pada Selasa, 7 Mei 2025. Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini disambut antusias oleh masyarakat dari berbagai usia, termasuk lansia dan anak-anak, yang datang ke lokasi sejak pagi hari.

Pemeriksaan kesehatan yang rutin dilaksanakan PT Bharinto Ekatama ini dilakukan oleh tim medis gabungan yang terdiri dari tenaga kesehatan Puskesmas Besiq, dokter dan perawat dari mitra kontraktor, serta tim medis perusahaan. Warga yang datang dapat memeriksakan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, dan berkonsultasi langsung dengan dokter. Setelah pemeriksaan, setiap peserta mendapatkan obat sesuai diagnosa yang diberikan.

“Yang datang sekitar 300 orang. Ada yang dibopong keluarganya karena sudah tidak bisa jalan sendiri. Itu menggambarkan betapa besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar,” kata Kristinawati, Community Development Head PT Bharinto Ekatama (BEK), penyelenggara kegiatan.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi cara menjangkau masyarakat yang mungkin selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan karena lokasi kampung yang jauh dari pusat layanan medis. Sebab dua kampung ini memang berada di kawasan pedalaman Kalimantan.

“Kadang untuk ke puskesmas saja mereka perlu biaya dan waktu, belum tentu bisa berangkat. Jadi kami datang langsung ke kampung dengan membawa tim medis lengkap,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, PT BEK menggandeng mitra kontraktor, serta Puskesmas Besiq. Dokter dari perusahaan dan kontraktor turut menangani pemeriksaan, dan satu area khusus disediakan untuk pengambilan obat berdasarkan resep dokter.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan perusahaan di bidang kesehatan masyarakat. Sebelumnya, layanan serupa pernah dilakukan khusus bagi siswa-siswi SD di Besiq dan Bermai. Namun kali ini cakupan diperluas hingga seluruh masyarakat kampung.

Tanggapan masyarakat disebut sangat positif, meskipun awalnya sebagian warga merasa takut untuk menjalani pemeriksaan, terutama pengambilan sampel darah. Namun berkat dukungan para petinggi kampung, kekhawatiran itu perlahan hilang.

“Setelah dijelaskan bahwa ini hanya pemeriksaan ringan dan bukan tindakan medis berat, mereka jadi lebih tenang. Malah setelah selesai banyak yang bilang senang bisa tahu kondisi kesehatannya,” ujar Kristinawati.

Petinggi kampung juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, karena kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan warga dan jarang didapatkan di wilayah pedalaman.

Edukasi Makanan Sehat

Selain layanan kesehatan, kegiatan ini juga diisi dengan beberapa agenda tambahan yang tak kalah penting. Salah satunya adalah sosialisasi makanan sehat dalam rangka pencegahan stunting. Bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat, masyarakat diperkenalkan konsep B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman).

“Intinya, makanan sehat tidak selalu harus mahal atau berbasis nasi. Pangan lokal pun bisa diolah menjadi makanan bergizi untuk anak dan keluarga,” ujar Kristinawati.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan turut hadir langsung untuk menyampaikan materi tersebut. Di sisi lain, tim lingkungan PT BEK memanfaatkan kesempatan ini untuk mengedukasi masyarakat soal pengelolaan sampah rumah tangga. Warga diingatkan agar tidak membuang sampah, terutama plastik, ke sungai. Mereka diajak memahami nilai ekonomi dari sampah yang bisa diolah menjadi pupuk atau kerajinan tangan.

Meski belum membentuk bank sampah secara resmi, tim Enviro mulai mengenalkan konsepnya sebagai langkah awal menuju pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat kampung.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, sebanyak 300 paket sembako juga dibagikan kepada warga kurang mampu dan lansia yang hadir dalam kegiatan. Paket tersebut berisi kebutuhan pokok sehari-hari untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

HSEC Head PT BEK, Cipto Hadipurnomo, yang turut hadir dalam kegiatan ini, berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan mendapat dukungan dari masyarakat.

“Kami berharap masyarakat bisa ikut mendukung program-program yang kami jalankan. Kami hadir bukan hanya untuk beroperasi, tapi juga untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar,” ujar Cipto.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan, kesadaran lingkungan, dan ketahanan pangan di wilayah pedalaman Kutai Barat.