Liputan6.com, Sukabumi - Seorang ibu dan anak dikabarkan menjadi korban penyiraman air keras saat berkendara di jalan raya. Kejadian ini pun viral di media sosial.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi melalui Kasi Humas AKP Astuti Setyaningsih membenarkan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (1/5/2025) lalu. Kejadian ini dialami seorang ibu inisial YA (37) dan anaknya R (10).
Insiden nahan ini terjadi di Jalan Sudajaya Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Kedua korban yang merupakan ibu dan anak tersebut saat ini telah mendapatkan penanganan medis di RSUD R Syamsudin, SH. Cikole Kota Sukabumi.
Advertisement
AKP Astuti Setyaningsih menyampaikan pihaknya telah melakukan upaya penyelidikan dan mengejar para pelaku.
"Pihak Kepolisian yaitu Polsek Baros sudah menerima laporan dari paman korban dan akan melakukan tindakan penyelidikan untuk selanjutnya," ujar Astuti kepada awak media, Senin (5/5/2025).
Usai mendapat laporan, polisi mendatangi TKP (tempat kejadian perkara), menanyakan saksi-saksi yang berada di sekitarnya dan mengamankan beberapa barang bukti.
“Barang bukti yang ada di lokasi berupa helm dan sebuah kaleng yang digunakan untuk menyiram air keras tersebut,” jelasnya.
Astuti menyebut, peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan berupa penyiraman air keras terhadap ibu dan anak ini berawal saat korban hendak menitipkan anaknya untuk ditinggal pergi bekerja.
"Saat itu, korban mau menitipkan anaknya karena yang bersangkutan bekerja sebagai marketing di salah satu perumahan," ungkapnya.
"Saat korban melintas di lokasi kejadian, tidak beberapa lama berpapasan dengan pelaku yang tidak dikenal dan langsung menyiramkan air keras terhadap korban," dia menjelaskan.
Kondisi Terkini Ibu dan Anak Korban Penyiraman Air Keras
Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, dr Irfanugraha Triputra Irawan mengungkapkan, kondisi ibu dan anak korban penyiraman air keras di Kota Sukabumi semakin membaik setelah mendapatkan tindakan operasi.
Namun, menurutnya kondisi luka bakar yang dialami korban kemungkinan tidak akan hilang. Sebelumnya, kondisi korban dinyatakan harus segera mendapatkan tindakan operasi oleh dokter spesialis.
“Jumat siang di-visit oleh dokter spesialis bedah plastik itu dinyatakan kondisi lukanya harus dioperasi. Nah penanganan tindakan operasi ini dilakukan di hari Sabtunya setelah itu,” ujar dr Irfan pada Senin (5/5/2025).
Setelah mendapatkan tindakan operasi, pihaknya menyatakan kondisi korban berangsur pulih, kendati masih memerlukan perawatan.
“Saat ini, kondisinya dalam perawatan unit luka bakar, kondisinya sudah stabil dalam penanganan perawatan luka,” jelasnya.
Advertisement
Korban Alami Cacat Permanen di Kulit Akibat Luka Bakar
Dokter memberi tindakan operasi tersebut guna menghilangkan jaringan kulit mati akibat terkena cairan air keras. Waktu pemulihan, kata dr Irfan, tergantung pada daya tahan tubuh pasien.
“Tujuannya untuk menghilangkan jaringan-jaringan yang menghitam dan dikikis memakan waktu cukup lama dan tergantung kepada keaktifan pasien,” ucapnya.
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa proses penyembuhan dalam kasus luka bakar ini umumnya membutuhkan waktu sekitar satu minggu, tetapi kondisi tersebut tergantung pada imunitas dan penanganan pengobatan pasien.
“Penyembuhannya diperkirakan dalam kurun waktu satu minggu juga itu sudah bisa kering, tapi tergantung kondisi imun pasien, tapi kalau untuk sembuh total itu memakan waktu lumayan lama bahkan ada risiko cacat permanen untuk beberapa bagian kulit,” jelasnya.
“Cacat permanen ini dalam arti tidak dapat sembuh seperti semula si kulitnya jadi akan cenderung berbekas,” sambung dia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3362654/original/040589900_1744885898-IMG_20240821_055452_969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3536285/original/048312000_1628570773-truth-concept-arrangement-crime-scene.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373282/original/024149200_1476385389-Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684433/original/052691900_1782737483-377053.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684432/original/050251200_1782737483-377054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8640333/original/040246000_1782645538-375397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1654015/original/074968000_1500528960-bayialkoholcov.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8582872/original/066492600_1782544117-373059.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8582466/original/006601800_1782543427-373266.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8544485/original/094134900_1782484986-373095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8538442/original/072038400_1782474186-373200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8537421/original/027321500_1782472600-373107.jpg)