Sukses

Tolong, Penderita Tumor Perut di Pekanbaru Ini Butuh Uluran Tangan

Liputan6.com, Pekanbaru - Sudah setahun lebih Fitriani menderita tumor perut stadium 3 lanjut. Selama itu pula, perempuan 45 tahun, warga Sri Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru tersebut tidak mendapatkan pengobatan layak. 

Kondisi perekonomian, di mana suaminya bekerja serabutan, menjadi kendala utama pengobatan. Akibatnya, ibu dari 5 anak itu hanya bisa terbaring di kasur rumah kontrakannya.

Selama ini, Fitriani berobat seadanya berbekal surat keterangan tidak mampu dari kelurahan dan rujukan dari Puskesmas setempat. Surat itu harus diperpanjang 3 bulan sekali. 

Sejak menderita tumor, perempuan asal Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak itu, makin kurus. Di atas kasur, Fitriani menahan sakit karena tumor di perutnya kian membesar. 

Kehidupan Fitriani dan keluarga ini akhirnya sampai ke personel Polda Riau. Kepala Bidang Humas Komisaris Besar Sunarto dan Kabid Dokkes Komisaris Besar dr Aris Budiyanto menjenguk Fitriani. 

"Keadaanya benar-benar memprihatinkan, suaminya Imron (48) hanya bekerja serabutan untuk menyambung hidup menafkahi istri, dan lima orang anaknya," kata Sunarto, Jum'at siang, 25 November 2022.

Sunarto berharap ada pihak yang berkehidupan lebih peduli dengan Fitriani. Menjelang ada uluran tangan dari orang baik, Sunarto memberikan bantuan dengan harapan bisa meringankan hidup keluarga Fitriani.

 

**Liputan6.com bersama BAZNAS bekerja sama membangun solidaritas dengan mengajak masyarakat Indonesia bersedekah untuk korban gempa Cianjur melalui transfer ke rekening:

1. BSI 900.0055.740 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)2. BCA 686.073.7777 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Intervensi Pengobatan

Sunarto menjelaskan, pemberian tali asih tersebut sebagai bentuk kepedulian Polri khususnya Polda Riau kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Sementara itu, Komisaris Aris menyebut surat rujukan yang diterbitkan Puskesmas sebagai bukti biaya pengobatannya ditanggung oleh pemerintah daerah. 

Hanya saja dalam perpanjangan pengurusan, Fitriani mengalami kesulitan. Pasalnya ada syarat pasien harus dibawa serta saat mengurus ke Puskesmas. 

"Ini akan kami bantu lakukan intervensi untuk mempermudah karena kondisi psien sendiri sangat mempriatinkan menahan sakit," papar Aris.

Aris menyebut Fitriani sudah dibawa ke rumah sakit memakai ambulan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Aris berharap Fitriani mendapatkan perawatan baik untuk kesembuhan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS