Sukses

Tragedi Kanjuruhan Malang, Ganjar Pranowo: Ini Harus Menjadi Evaluasi Besar

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpendapat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang mengakibatkan 127 orang meninggal, harus menjadi momentum evaluasi besar-besaran terhadap dunia persepakbolaan Indonesia.

"Ini harus menjadi evaluasi besar, baik pihak penyelenggara maupun para suporter tim sepakbola dan petugas keamanan," katanya di Semarang, Minggu, tentang tragedi seusai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya tersebut.

Khusus terkait dengan suporter, Ganjar berharap ada sebuah pertemuan besar yang melibatkan seluruh kelompok suporter di Indonesia yang bertujuan untuk mencari solusi agar tindakan serupa tidak terulang kembali.

"Para suporter harus bisa menahan diri, saling menjaga. Kayaknya penting deh dibuat satu pertemuan, kongres antarsuporter agar mereka punya value bersama untuk kemudian mereka bisa saling menjaga. Sehingga setiap pertandingan ada code of conduct-nya, ada PAC yang bisa mengontrol teman-temannya sendiri, dan tidak boleh terulang lagi," ujarnya, dikutip Antara.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Semestinya Bisa Dihindari

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar menyampaikan duka cita yang mendalam untuk semua korban kerusuhan, terutama korban meninggal dunia.

"Tentu sejumlah 127 orang kalau tidak salah di beritanya, itu jumlah yang sangat tidak sedikit. Mudah-mudahan korban yang meninggal itu khusnul khatimah," katanya.

Ia tidak memungkiri jika suporter selalu antusias dan penuh semangat saat mendukung tim kebanggaannya berlaga dan semangat itu selalu membuat suasana di seluruh stadion membara.

Kendati demikian, tragedi seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan seharusnya dapat dihindari ketika semua pihak bisa saling menjaga.

"Memang kalau kita bertanding dengan suasana yang wah pasti semangat, tapi ada yang harus kita jaga bahwa itu adalah saudara kita bahwa itu adalah tim-tim yang hebat yang kita dukung dan kita pendukungnya itu juga orang-orang yang punya nilai kemanusiaan, maka emosinya mesti betul-betul dijaga," ujarnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.