Sukses

Kebahagiaan Tahanan Lapas Teluk Kuantan Bisa Memeluk Kembali Keluarga

Liputan6.com, Pekanbaru - Narapidana Lapas Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tak bisa menahan air mata ketika bertemu langsung dengan keluarga. Mereka bukannya bebas, melainkan mendapatkan kunjungan secara langsung.

Sudah setahun lebih mereka tak bertatap muka dengan keluarga. Selama pandemi Covid-19, narapidana di Kabupaten Kuansing itu hanya menatap dan berkomunikasi dengan keluarga melalui ponsel.

Kerinduan mereka akhirnya terobati setelah pihak Lapas Teluk Kuantan mulai memberlakukan kunjungan tatap muka. Hal ini merupakan yang pertama dari seluruh Lapas dan Rutan di bawah kewenangan Kanwil Kemenkumham Riau.

Kepala Kanwil Kemenkumham Riau Mhd Jahari Sitepu menjelaskan, kunjungan tatap muka ini sesuai edaran dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham RI Nomor: PAS-12.HH.01.02 Tahun 2022.

Jahari menerangkan, surat itu mengatur tentang penyesuaian mekanisme terhadap layanan kunjungan secara tatap muka dan pembinaan yang melibatkan pihak luar.

"Kunjungan tatap muka ini mulai dilakukan Rabu ini, pertama di Riau," kata Jahari, Rabu petang, 6 Juli 2022.

Sementara itu, Kepala Lapas Teluk Kuantan Bejo mengatakan, pihaknya membuat jadwal agar tidak terjadi penumpukan saat kunjungan tatap muka. Protokol kesehatan diberlakukan karena status pandemi belum dicabut oleh pemerintah.

"Jadwal kunjungannya adalah Senin untuk narapidana dan Rabu untuk tahanan dengan waktu kunjungan mulai dari pukul 10.00 WIB sampai dengan 11.30 WIB," terang Bejo.

2 dari 3 halaman

Masih Sedikit Kunjungan

Pada pembukaan tatap muka ini, ada 15 pengunjung yang datang menjenguk delapan tahanan. Jumlah ini masih sedikit karena pihak keluarga belum mendapat izin dari pihak yang menahan (polisi dan jaksa).

"Untuk mengantisipasinya, kami akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat dengan mudah mengunjungi keluarganya di Lapas ini," sebut Bejo.

Selain itu, Lapas Teluk Kuantan juga akan berkoordinasi dengan pihak yang menahan agar membantu pemenuhan administrasi sebagai syarat berkunjung ke Lapas.

Bagi tahanan dan narapidana yang belum dikunjungi karena suatu hal, pihak Lapas tetap menyediakan layanan kunjungan virtual. Warga binaan dapat bergantian menghubungi keluarga dengan video call gratis.

Bejo menyatakan, kunjungan merupakan hak bagi warga binaan dan tahanan. Layanan ini diharap meningkatkan semangat dan ketenangan hidup warga binaan menjalani hukuman.

"Keluarga juga harus tetap mendukung dan memotivasi, kalau ada waktu, silakan berkunjung agar warga binaan merasa masih dicintai oleh keluarganya," ucap Bejo.

Menurut Bejo, kunjungan merupakan salah satu pembinaan. Oleh karena itu, pembinaan bukan hanya tanggung jawab Lapas melainkan kerjasama dengan keluarga yang selalu menanti warga binaan bebas.

 

3 dari 3 halaman

Bisa Memeluk Buah Hati

Salah satu yang mendapat kunjungan keluarga adalah pria inisial HSM. Dia merupakan tahanan kasus narkoba di Lapas kedua over kapasitas di Riau tersebut.

Bejo menyebut HSM tak henti-hentinya bersyukur karena layanan tatap muka ini. Diapun bisa menemui keluarga dan melepas kerinduan kepada anak dan istri.

"Hari ini saya dikunjungi istri dan dua anak saya Pak, Alhamdulillah rindu saya terobati karena bisa memeluk buah hati yang sangat saya sayangi," ungkap Bejo menirukan kegembiraan HSM.

Bejo menjelaskan, HSM begitu mendapat kabar tatap muka ini bergegas meminta istrinya untuk vaksin ketiga. Kemudian, vaksin kedua untuk anak karena hal itu menjadi salah satu syarat kunjungan.

 

Simak video pilihan berikut ini: