Sukses

Banjir Rob Landa Semarang, Bagaimana Kondisi Pesisir Selatan Jateng dan DIY?

Liputan6.com, Cilacap - Bencana banjir rob atau banjir air laut pasang melanda pesisir pantai utara (Pantura) Semarang dan sekitarnya. Ini adalah salah satu banjir rob terburuk beberapa tahun terakhir.

Massifnya banjir sempat mengkhawatirkan warga yang berada di pesisir selatan. Namun, ternyata kekhawatiran itu tidak terbukti.

Hingga Selasa (24/5/2022), pesisir selatan aman. Pasang air laut tak terjadi.

Soal ini, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, saat ini fase Perigee di pesisir selatan telah lewat sehingga tak terjadi potensi rob, seperti yang terjadi antara 14-20 Mei 2022 lalu.

Kondisi ini berbeda dari wilayah Pantura, seperti Semarang dan Pekalongan yang pada Senin (23/5/2022) mengalami puncak Perigee dan ketinggian gelombang laut maksimal sehingga menyebabkan rob di pesisir utara.

“Ya beda lintang bujurnya. Yang memengaruhi pasang surut itu kan lintang bujur, kemudian, pengaruh gelombang tingginya juga pengaruh. Perigee-nya memang sama-sama ya, tetapi lintang-bujurnya sudah berbeda,” Teguh menjelaskan.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

2 dari 2 halaman

Bahaya Rob di Pesisir Selatan

Dia mengungkapkan, meski sama-sama mengalami Perigee, akan tetapi posisi lintang-bujur sebuah wilayah akan menyebabkan perbedaan waktu puncak rob dan ketinggian gelombang.

Kondisi ini juga diperparah oleh faktor lainnya, seperti cuaca dan ketinggian gelombang air laut.

"Ketinggian gelombangnya juga berbeda. Sehingga masing-masing wilayah itu memiliki tanggal dan kejadian yang berbeda,” kata dia.

Namun begitu, Teguh juga mengingatkan fenomena Perigee di pesisir selatan akan kembali terjadi pada Juni mendatang. Diperkirakan puncak perigee yang berpotensi rob bakal terjadi pada 9 Juni 2022.

Meski tak berpotensi pasang air laut atau rob, masyarakat yang beraktivitas di pesisir selatan diminta untuk tetap waspada saat beraktivitas di perairan. Pasalnya, saat ini gelombang tinggi sedang terjadi dengan prediksi puncak antara 4-6 meter di lepas pantai.

Kondisi ini berbahaya untuk seluruh jenis pelayaran dan juga berbahaya untuk aktivitas di pinggir pantai.