Sukses

Dampak Lanjutan Banjir Rob Semarang, Pelayaran Tertunda

Liputan6.com, Semarang - Banjir rob Semarang terus membawa dampak. Hingga berita ini ditulis, Selasa (24/5/2022) air masih menggenangi sejumlah akses komplek Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Akibatnya, operator pelayaran harus menunda keberangkatan kapal. Penundaan disebabkan sejumlah fasilitas pelabuhan tidak bisa dioperasikan.

Herman Fajar, Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama, kepada Liputan6.com, menjelaskan, akibat banjir rob yang menggenang sejumlah kawasan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dua keberangkatan kapal dipastikan ditunda keberangkatanya.

“Akibat rob tinggi dan jebolnya tembok penahan air laut, akses masuk ke pelabuhan khususnya ke terminal penumpang dan TPKS terhambat. Hari kemarin (Senin) ketinggian sampai 1,5 meter, hari ini masih setinggi pinggang orang dewasa,” kata Herman Fajar.

Karena Senin penumpang tidak bisa masuk, maka satu keberangkatan dilakukan penundaan. Direncanakan, kapal yang harusnya berangkat Senin akan diberangkatkan Selasa sore. 

“Ada penundaan keberangkatan kapal Dharma Rucitra 9 tujuan Kumai. Kemarin 700 penumpang tidak bisa masuk ke kapal, maka tertunda Selasa pukul 14.00,” kata Herman.

Simak video terkini terkait banjir rob Semarang:

2 dari 2 halaman

Ada Yang Nekad

Diharapkan, kendati air rob masih tinggi di pelabukan Tanjung Emas, penumpang tetap bisa masuk mengingat ada penumpang yang nekat menggunakan angkutan dan ada penumpang yang masuk ke dermaga penumpang menggunakan perahu.

“Penundaan karena banyaknya penumpang yang belum bisa masuk pelabuhan. Mudah-mudahan penumpang bisa segera masuk ke pelabuhan," katanya.

Penundaan juga dilakukan pada keberangkatan kapal Dharma Kartika 7. Kapal yang mengangkut 850 penumpang dijadwalkan berangkat pada Selasa (24/4/2022) pukul 10 pagi. Namun, jadwal keberangkatan ditunda Rabu (25/5/2022) sore.

“Ditunda karena sampai pukul 12.30 penumpang belum banyak yang sampai. Baru 30 persen yang bisa masuk ke kapal,” kata Herman.

Permasalahan memang dihadapi kapal penumpang. Namun, permasalahan lebih besar dihadapi kapal angkutan barang. Operator truk tidak berani menerobos genangai air rob yang sangat tinggi. 

“Paling parah truk logistik tidak bisa diangkut, dan menumpuk di Jalan Ronggowarsito tidak bisa diberangkatkan ke Kalimantan Tengah maupun Pontianak, Kalimanta Barat. Alasanya, sopir tidak berani menerobos air rob takut truk mogok dan barang yang diangkut rusak,” katanya.