Sukses

Ragam Gudeg Legendaris di Yogyakarta yang Wajib Dicoba

Liputan6.com, Yogyakarta - Selain dikenal sebagai Kota Pelajar, Yogyakarta juga dikenal sebagai kota asal kuliner gudeg. Kuliner gudeg Yogyakarta yang berbahan dasar nangka muda ini memiliki rasa yang manis dan empuk bila dimakan.

Beragam gudeg bermunculan di Yogyakarta. Bahkan, sebagian sudah melegenda. Berikut lima rekomendasi gudeg Yogyakarta legendaris yang wajib untuk dicoba

1. Gudeg Yu Djum

Mengandalkan resep yang telah turun-temurun hingga empat generasi, membuat Gudeg Yu Djum menjadi salah satu gudeg yang terkenal dan memiliki cita rasa yang tidak dapat diragukan lagi.

Pembeli cukup merogoh kocek sekitar Rp 30.000 untuk mencicipi sajian gudeg kering yang disajikan berdampingan dengan berbagai lauk. Selain menjajakan gudeg, di sini pembeli dapat menyaksikan proses pembuatan gudeg langsung dari dapur Gudeg Yu Djum. 

2. Gudeg Mercon Bu Tinah

Sesuai dengan "mercon" yang tersemat, kuliner yang berlokasi di Jalan Asem Gede Nomor 8, Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis ini, menawarkan rasa pedas yang luar biasa. Meskipun hanya memiliki area lesehan, tetapi Gudeg Mercon Bu Tinah tidak pernah sepi dari antrean pembeli.

Dibanderol dengan harga Rp15.000 hingga Rp25.000, Gudeg Mercon Bu Tinah Yogyakarta mulai beroperasi pukul 21.00 WIB hingga 01.00 WIB.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 3 halaman

Gudeg Permata

3. Gudeg Permata Bu Pujo

Bertempat di Gadjah Mada RT 36 RW 7 Purwokinanti, Gunung Ketur Yogyakarta atau lebih tepatnya berada di sebelah gedung Bioskop Permata, berdiri sajian gudeg bernama Gudeg Permata Bu Pujo.

Usut punya usut, kuliner yang satu ini telah berdiri sejak tahun 1951. Itulah mengapa  gudeg yang satu ini tidak pernah sepi oleh pengunjung, meskipun berdiri di dekat gedung bioskop yang telah tutup.

Selain karena telah lama berdiri, tempat makan yang mulai beroperasi pukul 20.30 WIB ini, juga menyajikan gudeg dengan daging ayam kampung yang empuk, sambal krecek yang pedas nan nikmat, serta telur yang lembut. Untuk menikmati sajian ini, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp10.000.

4. Gudeg Mbah Lindu

Mbah Lindu telah berjualan gudeg sejak zaman penjajahan. Maka tak heran apabila Gudeg Mbah Lindu tak pernah sepi oleh pembeli. Meskipun tak pernah sepi dari pembeli, Gudeg Mbah Lindu tetap mempertahankan nuansa tradisional yang ada.

Hal ini dapat dilihat dari cara penyajiannya yang masih memakai pincuk (daun pisang yang ditusuk lidi). Gudeg Mbah Lindu terletak di Jalan Sosrowijayan atau sekitar 300 meter dari Jalan Malioboro dan mulai beroperasi pukul 05.00 hingga 10.00 WIB.

Selain itu, pembeli cukup merogoh kocek sebesar Rp15.000 hingga Rp20.000 untuk menikmati kuliner ini.

3 dari 3 halaman

Gudeg Manggar

5. Gudeg Manggar Bu Tinur

Bila gudeg biasa memakai nangka muda atau gori, tetapi ada yang berbeda dari Gudeg Manggar Bu Tinur. Sesuai dengan nama manggar yang tersemat, Bu Tinur memilih manggar (bunga kelapa) sebagai bahan utamanya.

Layaknya jamuan gudeg pada umumnya, Gudeg Manggar Bu Tinur juga disajikan bersama dengan krecek, sambal, dan telur atau ayam bacem. Meskipun berbahan dasar bunga kelapa, tetapi gudeg manggar memiliki cita rasa yang tidak dapat diragukan.

Terletak di Jalan Bibis Raya RT.04, Dusun Gendheng, Bangunjiwo, Kasihan, Bangunjiwo, Bantul, pembeli cukup merogoh kocek sebesar Rp 30.000 untuk mencicipi seporsi Gudeg Manggar Bu Tinur.

Penulis: Yohana Nabilla