Sukses

Bau Busuk Isyarat Penemuan Jenazah dalam Kamar Kos di Kota Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo - Warga Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. tiba-tiba digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah di sebuah indekos, Rabu, 3 Maret 2021.

Penemuan jenazah ini, berawal dari adanya laporan beberapa orang penghuni indekos yang mencium bau tidak sedap dan begitu menyengat.

Hingga akhirnya mereka menelusuri sumber bau tersebut dan mengarah ke salah satu kamar kos yang sudah beberapa hari terkunci. Karena merasa curiga, penjaga indekos kemudian melaporkan hal ini ke pihak kepolisian setempat.

Tak menunggu lama, polisi akhirnya turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah kamar itu dibuka, benar saja, ternyata bau busuk yang tercium penghuni indekos bersumber dari jenazah laki-laki yang sudah membusuk.

Ironisnya lagi, jenazah tersebut ditemukan dengan posisi tidak wajar. Sebab, selain tubuh membengkak, jenazah itu ditemukan dalam kondisi terikat di bagian kaki dan tangan dengan seutas tali.

Menurut keterangan saksi, beberapa hari sebelumnya, pada 28 Februari 2021, korban hanya mengatakan jangan pernah dibangunkan karena ingin istirahat bersama teman.

"Terakhir saya melihat korban pada hari Minggu masuk bersama temannya. Katanya untuk istirahat," kata Iwin selaku saksi.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Desmont Harjendro, membenarkan terkait penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, jenazah yang ditemukan merupakan warga Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango (Bonebol).

Indikasinya memang diduga dibunuh kalau dilihat dari kondisi jenzah. Akan tetapi, Polres Kota Gorontalo belum bisa memberikan keterangan resmi apakah jenazah tersebut adalah korban pembunuhan atau tidak.

"Saya belum bisa kasih keterangan apakah ini pembunuhan atau tidak, kami masih akan melakukan otopsi sesuai persetujuan keluarga," kata AKBP Desmont.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait kasus ini, baik itu dari penyebab kematian maupun hal lain yang bersumber dari keterangan para saksi yang ada di TKP.

"Nanti kalau kami sudah menemukan penyebabnya, pastinya akan disampaikan kepada awak media," ujar AKBP Desmont Harjendro.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut: