Sukses

Transaksi Serba Digital di Pasar Tradisional Kota Manado

Liputan6.com, Manado - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuaga meluncurkan program digitalisasi Pasar OVO, yang berlokasi di Pasar Bersehati, Kota Manado, Jumat (02/09/2020). Menurutnya, program itu bisa menambah pendapatan pedagang.

"Melalui digitalisasi pasar, bisa menjadi potensi penambah pendapatan pedagang karena bisa menjajakan dagangan secara daring atau dalam jaringan," ujar politisi Partai Golkar ini.

Sementara di sisi pembeli atau warga Manado tidak harus pergi ke pasar secara rutin untuk membeli kebutuhan sehari-hari, karena bisa membeli lewat gawai mereka.

"Saya mendukung dan mengapresiasi langkah yang dilakukan OVO untuk mendigitalisasi, yang tentunya akan membangkitkan pemulihan ekonomi di pasar," tuturnya.

Presiden Direktur OVO Karaniya Dhamasaputra berharap di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, konsumen dan pelaku UMKM dapat terus bertransaksi secara nyaman, tanpa perlu melakukan kontak langsung.

"Tentu saja upaya ini sejalan dengan harapan pemerintah untuk terus menstimulasi pergerakan roda ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini," tandas Karaniya.

Diketahui OVO merupakan platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial terdepan dan diterima di 373 kota di Indonesia.

Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut menyatakan apresiasi pada Kementerian Perdagangan serta OVO, dalam mendigitalisasi pasar tradisional. Sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat, Pasar Bersehati menjadi sentra pergerakan ekonomi Manado.

"Semoga kegiatan ini menjadi awal dari sinergi yang lebih erat antara pemerintah kota Manado dengan Kementerian Peedagangan dan OVO selaku perusahaan teknologi keuangan dalam memajukan kota Manado, dan memperluas adaptasi teknologi bagi masyarakat Sulut,” ucap Lumentut.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan Berikut: