Sukses

Kisah Wali Kota Bengkulu Menorehkan Senyuman di Wajah Penyandang Difabel

Liputan6.com, Bengkulu - Hari lahirnya Pancasila menjadi momen bahagia bagi warga Kota Bengkulu yang menyandang difabel. Senin, (1/6/20) sebanyak 11 penyandang difabel mendapat bantuan dari Pemkot Bengkulu melalui BazNas Kota Bengkulu. Mereka bahagia dan terharu.

Yurike (28) warga Kelurahan Betungan tampak bahagia saat ikut mendorong kursi roda anaknya, Farid Dwi Anggara Putra (7) menuju mobil ambulans. Kursi roda hadiah dari Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan itu adalah kursi roda khusus yang bisa dinaikkan langsung ke mobil.

Ia tidak menyangka mendapatkan kursi roda itu yang memang sangat dibutuhkan oleh buah hatinya. Dengan mata berkaca-kaca karena terharu ia menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Bengkulu, terkhusus wali kota dan wakil wali kota serta BazNas yang sudah membantu.

Karena pada hari lahir Pancasila ini, anaknya selaku penyandang difabel bersama penyandang difabel lainnya (11 orang) mendapat bantuan berupa sembako, uang tunai, dan masker. Bantuan itu dari BazNas yang bekerjasama dengan Mitra Masyarakat Inklusif (MMI).

Kursi roda itu memang sangat dibutuhkan oleh Farid karena ia tidak bisa berjalan normal. Yurike mengatakan kalau anaknya cacat sejak lahir. Ia sangat terharu dengan adanya bantuan kursi roda dari Walikota Bengkulu untuk buah hatinya itu. Ia juga berharap nanti anaknya bisa sekolah seperti anak-anak normal lainnya.

"Terima kasih Pemkot Bengkulu, wali kota dan BazNas atas bantuan dan kepeduliannya terhadap warga disabilitas terkhusus kepada anak kami yang merupakan salah satu disabilitas. Harapan kami, pemerintah juga bisa membantu biaya sekolah anak kami nanti,” kata Yurike.

Rasa haru dan bahagia juga dirasakan oleh Neti Kurnia (44) warga Kelurahan Rawa Makmur yang juga dapat bantuan. Kaum difabel seperti mereka merasa betul-betul diperhatikan oleh pemerintah.

"Alhamdulillah kami sangat senang sekali atas apresiasi dari Pemkot Bengkulu melalui BazNas dan MMI yang telah berikan kami perhatian besar kepada kami supaya kami bisa mandiri dan kami berharap program ini juga bisa membantu teman-teman kami yang ada di daerah (kabupaten). Jadi kalau pak wali kota nanti jadi gubernur semoga program seperti ini juga dilakukan di daerah agar teman-teman kami senasib di sana juga diperhatikan," tutur Neti.

Bantuan berupa sembako, uang tunai dan masker itu diserahkan langsung oleh Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan secara simbolis didampingi Waka I DPRD Kota Bengkulu Marliadi, Ketua BazNas Habib Alkaf, Plt Kadinsos Bujang HR dan Kadis Kominfosan Eko Agusriyanto.

Pemkot Bengkulu juga memberikan 1 unit mobil ambulans yang dananya dari APBD Kota Bengkulu khusus untuk disabilitas.

Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, BazNas juga akan melakukan pendataan penyandang difabel di Kota Bengkulu. Bagi yang lansia yang ridak bisa lagi bekerja akan diberikan santunan setiap bulan. Sedangkan, yang masih muda akan diberikan modal usaha non tunai seperti misalnya gerobak.

"Jadi tetap harus bahagia. Tidak boleh ada warga Kota Bengkulu yang disabilitas yang usia lanjut tidak bahagia. Semuanya harus bahagia. Ini dilakukan karena suasana Covid-19 sampai hari ini belum menunjukkan angka penurunan. Sehingga semua pihak diminta untuk memahami. Kehidupan kita tidak bisa lagi normal seperti dulu, tapi new normal atau kehidupan normal yang baru,” kata Helmi.

Ketua Umum Mitra Masyarakat Inklusif (MMI) Bengkulu, Irna Riza juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Bengkulu yang sudah memfasilitasi MMI untuk bekerjasama dengan BazNas sehingga bisa membantu warga penyandang difabel di Kota Bengkulu.

"Kita bersama BazNas ingin memastikan kebutuhan hidup penyandang disabilitas terpenuhi. Mereka memang harus diperhatikan dan dibantu. Sebelum Covid-19 saja mereka sudah susah, apalagi saat Covid-19 ini. Kami ucapkan terima kasih kepada BazNas, kami benar-benar merasakan kehadiran dan kepeduliannya," sampai Irna.

Sementara itu, Ketua BazNas Kota Bengkulu Habib Abdurrahman Alkaf mengatakan sengaja memberikan bantuan itu pada hari lahir Pancasila. "Karena sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia," kata Alkaf.

2 dari 2 halaman

Simak video pilihan berikut ini: