Sukses

Pasien Dalam Pengawasan di Sumut 50 Orang, ODP 763

Liputan6.com, Medan Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) suspect virus corona COVID-19 di Sumatera Utara (Sumut) berjumlah 50 orang. Sebanyak 50 PDP tersebut dirawat di 25 rumah sakit negeri dan swasta yang tersebar di 6 kabupaten/kota.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan, jumlah tersebut bertambah 2 PDP dari hari sebelumnya, Minggu, 22 Maret 2020, berjumlah 48 orang.

Sementara Orang Dalam Pengawasan (ODP) juga bertambah sebanyak 267 orang. Jika sebelumnya ODP sebanyak 496, kali ini sebanyak 763. Sedangkan PDP yang sudah pulang karena dinyatakan negatif 6 orang dari sebelumnya 3 orang.

"Data positif tidak berkembang, tetap dua orang, 1 meninggal dunia, 1 masih dirawat," kata Riadil dalam konferensi pers live streaming melalui kanal You Tube, Senin (23/3/2020).

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menerangkan, ODP naik sebesar 35 persen. ODP diketahui melalui penyelidikan epidemologi dari yang kontak erat seluruhnya dengan pasien positif virus corona COVID-19.

"Ini membuktikan, rekan-rekan kami di tingkat provinsi dan kabupaten kota epidemologi dengan baik," terangnya.

Disebutkan Alwi, jika ODP semakin bisa teridentifikasi, maka akan berkontribusi memutus rantai penularan. Ditambah beberapa penerapan imbauan, seperti social distancing, tidak berkeliaran kalau tidak perlu. Bagi ODP bisa mengisolasi diri selama 14 hari.

"Di awal, ODP banyak yang tidak berkenan mengisolasi diri. Maka sekarang dampaknya kita rasakan. Ada peningkatan yang signifikan. Ke depan kita harapkan ODP yang 763 ini bisa isolasi di rumah," sebutnya.

 

2 dari 3 halaman

Wacana Pengumuman Lokasi ODP

Alwi menuturkan, jumlah ODP di Sumut bersumber dari penelusuran pihaknya terhadap orang-orang yang baru pulang dari negara terjangkit, misalnya Singapura dan Malaysia. Kemudian melakukan penelusuran kontak erat dengan pasien positif virus corona COVID-19.

Penulusuran dilakukan mulai dari 14 hari sebelum dinyatakan positif dan setelah positif. Kemudian ditelusuri siapa saja yang pernah kontak erat, baik yang di rumah, satu mobil dan yang berjarak setengah meter.

Pihaknya sudah meminta saran kepada ahli hukum tentang wacana kemungkin diumumkannya ODP di mana saja, sehingga tidak membahayakan orang lain. Tujuannya juga agar lebih menjaga ODP untuk tidak berkeliaran.

"Kalau pertimbangan hukumnya membolehkan kami, maka akan kami umumkan, supaya ini menjaga kita semua," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Turis Asal Brasil Meninggal Usai Adu Mulut dengan WNA asal Kazakhtan
Artikel Selanjutnya
Abaikan Social Distancing, Puluhan Pelajar Payakumbuh Asyik Main di Warnet