Sukses

Banjir Kepung Sumedang, Puluhan Warga Dievakuasi

Liputan6.com, Bandung Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sumedang sejak Jumat (28/2/2020) sore mengakibatkan banjir di tiga kecamatan. Sementara puluhan warga terdampak dievakuasi ke tempat yang aman.

Pusdalops BPBD Kabupaten Sumedang melaporkan, ada tiga kecamatan yang terendam banjir yaitu Kecamatan Jatinangor, Kecamatan Cimanggu, dan Kecamatan Sumedang Utara.

"Laporan awal yang masuk untuk Jatinangor diperkirakan 100 cm," ucap Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Sumedang, Heri.

Untuk wilayah Jatinangor, banjir merendam Desa Sayang dan Desa Cikeruh.

Sedangkan di Kecamatan Cimanggung, banjir menerjang Dusun Gunung Tanjung RT 03 RW 04, Desa Sindangpakuon.

Berdasarkan keterangan Pusdalops BPBD Jabar, banjir di Cimanggung tersebut berdampak pada 40 Kepala Keluarga (KK) atau 144 jiwa.

Selain itu, banjir menyebabkan terganggunya akses jalan Parakanmuncang-Cicalengka. Adapun tinggi muka air mencapai 10-60 cm.

Upaya yang telah dilakukan BPBD Jabar adalah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumedang. Pusdalops BPBD Sumedang melakukan kaji cepat ke lokasi kejadian serta mengevakuasi warga.

"Warga terdampak mengungsi di Madrasah Patrol dan Ruko Gandara," tutur Manajer Pusdalops BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu

Sementara untuk di Kecamatan Sumedang Utara, ketinggian air mencapai satu meter. Sebanyak 28 rumah dan satu masjid terdampak banjir.

2 dari 2 halaman

Evakuasi Warga

Sementara itu, tim rescue Basarnas diterjunkan ke lokasi banjir di Kecamatan Jatinangor. Sebanyak 24 warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah mengatakan, sampai pukul 21.45 WIB terdapat di Desa Dangdeur.

"Sebanyak 24 jiwa telah dievakuasi ke tempat aman," kata Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah.

Deden menambahkan, pihaknya memberangkatkan dua tim menuju lokasi banjir di wilayah Kabupaten Sumedang khususnya di Kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Jatinangor.

"Pukul 19.15 WIB, dua tim rescue menuju lokasi banjir wilayah Sumedang untuk melakukan pemantauan," ujarnya.

Simak video pilihan di bawah ini:

Loading