Sukses

Pemkot Cirebon dan Pengusaha Ekspedisi Genjot Pertumbuhan Sektor UMKM

Liputan6.com, Cirebon - Pemkot Cirebon mengklaim akan terus berupaya meningkatkan kenyamanan usaha khususnya sektor UMKM. Berbagai langkah kerjasama dengan pihak swasta pun dilakukan.

Kabid Koperasi dan UMKM Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DPKO) Kota Cirebon Saefudin Jupri mengatakan, pembinaan pelaku UMKM terus dilakukan.

"Ada peningkatan positif salah satunya jumlah UMKM yang dibina oleh kami bertambah," kata dia dalam kegiatan diskusi dan talkshow Digitalisasi Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional, Rabu (30/10/2019).

Jupri mengaku perlu ada dukungan dari pihak swasta dalam membantu meningkatkan UMKM. Dia menyatakan siap apabila respon pengusaha swasta baik dan mau diajak kerjasama.

Minimnya pengetahuan tentang digital di tingkat UMKM Kota Cirebon masih menjadi kendala. Jupri menyebutkan, dari sekitar 2.518 UMKM Kota Cirebon, baru sekitar 200 pelaku usaha yang melek digital.

"Tidak semua bisa android dan kendala besar kita disitu. Makannya butuh swasta setidaknya untuk memberi pelatihan usaha di era digital. Mulai dari mengelola sampai pengepakan pengiriman barang," ujar dia.

Jupri menyebutkan, pada tahun ini terdapat 34 UKM baru yang tengah dibina. Namun demikian, sebagian besar pengusaha UKM di Kota Cirebon bergelut di bidang makanan dan minuman.

Oleh karena itu, pemerintah dianggap belum maksimal mengelola pengusaha UKM bidang kerajinan dan batik. Namun dia menyebutkan, beberapa pengusaha kerajinan di Kota Cirebon sudah banyak yang melakukan ekspor ke luar negeri.

2 dari 2 halaman

Warehouse

"Keterbatasan lahan juga menjadi alasan seperti rotan kan harus punya standar pabrik selain itu harus jauh dari lingkungan sekitar. Pengusaha furniture juga ada yang sudah ekspor. Ada juga batik dan kami sedang kembangkan batik krian," kata dia.

Sementara itu Pimpinan Cabang JNE Ekspress Cirebon Syahrilruddin menyatakan bersedia bekerjasama dengan pemda setempat dalam meningkatkan produk UKM.

Syahril mengatakan pihaknya tengah membangun warehouse untuk mengakomodir pengusaha UKM di Pantura Jawa Barat. Warehouse tersebut akan menampung seluruh barang yang diproduksi pengusaha UKM maupun penjual yang lain.

"Nanti pelaku UMKM bisa menitipkan produknya ke warehouse kami dan kami pula yang bantu melakukan packing hingga pengiriman. Tentunya kalau sudah ada kesepakatan," kata dia.

Dia mengatakan, warehouse tersebut diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2020 mendatang. Lahan yang telah disiapkan sekitar 600 meter persegi.

Produk UKM yang disimpan di warehouse akan ditata sesuai nama dan jenis serta pemilik usaha. Pihak JNE tidak ikut campur dala urusan bisnis pelaku usaha.

"Kalau misal ada pesanan kerudung pelaku usaha tinggal hubungi kami beritahu alamat lengkap pembeli dan kami siap kirim," ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Cerita Inspiratif Guru Claudia Emmanuela Santoso Juara The Voice Jerman
Artikel Selanjutnya
Gara-Gara Patung, Sekuriti Cirebon Jadi Korban PHK