Sukses

Kabut Asap, Aktivitas di Bandara Pekanbaru Lumpuh

Liputan6.com, Pekanbaru - Aktivitas kedatangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru lumpuh karena kabut asap. Sejak Senin pagi (23/9/2019) belum ada pesawat mendarat di landasan pacu karena jarak pandang hanya 600 meter.

Hal ini membuat keberangkatan dan kedatangan penumpang menjadi terganggu. Calon penumpang harus menunggu sampai kabut asap menipis dan membuat jarak pandang aman untuk pesawat mendarat.

Executive General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Pekanbaru, Yogi Prasetyo Suandi menjelaskan, sejak pagi ada 6 pesawat yang take off atau berangkat. Namun sejak itu, tidak ada lagi pesawat beraktivitas di bandara.

"Setelah 6 keberangkatan tadi, tidak ada pesawat lain berangkat lagi karena pesawat dari bandara asal belum mendarat di Pekanbaru," sebut Yogi, Senin siang.

Informasi diterima Yogi, tidak adanya kedatangan di Bandara Pekanbaru karena pesawat dari bandara lain belum terbang akibat jarak pandang terpengaruh kabut asap.

"Untuk informasi detailnya mungkin maskapai yang lebih tahu," ucap Yogi.

Sesuai jadwal, seharusnya ada enam maskapai yang datang ke Pekanbaru. Di antaranya, Citilink QG 936 ‎dari Jakarta seharusnya terjadwal mendarat pukul 07.15 WIB.

Berikutnya Batik Air ID 6856 dari Jakarta, seharusnya mendarat pukul 07.35 Wib. Lion Air JT124 dari Medan seharusnya mendarat 08.40 WIB.

Selanjutnya Citilink QG 928 dari Medan seharusnya mendarat pukul 08.55 WIB. Lion Air JT 276‎ dari Yogyakarta di jadwal pukul 09.00 WIB, dan terakhir Garuda Indonesia GA 172 dari Jakarta terjadwal pukul 10.20 WIB.

Keadaan karena kabut asap ini membuat penumpang menumpuk di ruang tunggu. Mereka berharap jarak pandang karena kabut asap segera membaik sehingga bisa meninggalkan Pekanbaru.

"Ini sudah empat jam menunggu tapi bagaimana lagi, kabut asap membuat orang tidak bisa berbuat banyak," ucap seorang Penumpang.

2 dari 2 halaman

Pilih Lewat Sumbar

Sebagai informasi, Bandara Pekanbaru mulai lumpuh karena kabut asap terjadi sejak akhir pekan lalu. Meski ada penerbangan, itu hanya keberangkatan karena jarak pandang tidak menjadi masalah bagi pesawat yang berangkat.

Sementara untuk kedatangan, sejumlah pesawat tidak berani mendarat kalau jarak pandang tidak di atas 800 meter. Pada Minggu kemarin, 22 September 2019, sejumlah pesawat yang dijadwalkan mendarat harus berputar-putar di langit Pekanbaru.

Beberapa maskapai akhirnya memutuskan mendarat di bandara provinsi tetangga, seperti Hang Nadim, Batam. Pesawat itu kembali terbang setelah jarak pandang membaik pada perang harinya.

Kondisi ini membuat sejumlah penumpang membatalkan penerbangan dan mengembalikan tiket atau refund. Mereka akhirnya memutuskan memilih Sumatera Barat sebagai alternatif penerbangan ke daerah tujuan seperti Jakarta.

"Jarak pandang di Sumbar lebih aman, jadi untuk ke Jakarta, harus ke sana dulu supaya tidak menunggu seperti ini," ucap seorang calon penumpang di Bandara Pekanbaru.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Cegah Karhutla, Begini Cara Kerja Aplikasi Canggih Milik Polda Riau
Artikel Selanjutnya
Antisipasi Kabut Asap, Riau Percepat Status Siaga Darurat Bencana Karhutla