Sukses

Buaya Sungai Berkeliaran, Wali Kota Singkawang Sibuk Tenangkan Warga

Singkawang - Buaya kini jadi bahan gosip serius di Singkawang. Buaya liar itu berkeliaran di tangga rumah warga. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie ambil peduli dengan turun langsung ke bantaran Sungai Singkawang yang kerap dikunjungi buaya ke area pemukiman warga.

Berjalan kaki, rombongan Wali Kota mendatangi rumah warga dan melihat kondisi bantaran sungai di RT 16 RW 18 Kelurahan Jawa, Kecamatan Singkawang Tengah. Tjhai Chui Mie pun dengan sabar mendengarkan satu persatu cerita warga soal buaya yang pada video beredar, naik ke tangga rumah penduduk yang langsung berhubungan dengan sungai.

Wali Kota ke lokasi bersama Plt Sekda Singkawang Heri Apriyadi, Kepala Dinas PU Singkawang Asyir A. Bakar, Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang Suparto, Kapolsek, serta Lurah setempat.

Sebelumnya para pejabat teras kota itu berdiskusi bersama Polres dan Seksi Konservasi di sebuah warung kopi dekat Jembatan Agen. Walaupun belum ada kisah orang disambar buaya di Singkawang, namun warga tetap resah. Mereka ingin agar aparat terkait mengevakuasi buaya, agar rasa takut dan cemas anak-anak jadi korban lenyap di pikiran warga.

Wali Kota juga akan memasang plang dan sosialisasi call center yang bisa dihubungi warga, seperti Polres, Kodim, Pol PP, BPBD, BKSDA. Penting sekali adalah imbauan kepada warga terutama anak anak untuk tidak bermain di bantara sungai.

"Tentu langkah ini juga didukung warga sehingga dapat mencegah hal tak diinginkan. Karena kan kita sudah tahu ada video buaya yang sudah bisa memanjat tangga rumah warga," kata Wali Kota.

2 dari 2 halaman

Waspadai Waktu Buaya Berjemur

Kapolres Singkawang AKBP Raymod M Masengi siap mendukung. Ia menganggap kehadiran buaya ini ancaman nyata di tengah masyarakat.

"Kami akan mengerahkan sumber daya yang ada membantu tim nantinya mengatasi persoalan buaya yang meresahkan warga ini," kata Kapolres.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang Suparto, tentu paham mengapa buaya senang mendekati pemukiman manusia. Makanya dia terus memantau bantaran Sungai Singkawang.

"Intinya kita juga sudah mengimbau warga tidak bermain di sungai, waspada," katanya.

Dia menyarankan, seperti informasi yang beredar bahwa kemunculan buaya biasanya pada pagi hari hingga pukul 10.00 WIB saat lapar atau ingin berjemur.

"Mungkin waktu-waktu itu diwaspadai," tuturnya.

Salah seorang warga, Jamaan Elvis Eluwis, berterima kasih atas kedatangan Wali Kota Singkawang dan jajaran serta Kapolres dan pihak BKSDA turun tangan mengatasi buaya timbul di tangga warga.

Lingkungan bantara sungai yang ditinjau Wali Kota dan rombongan itu memang padat penduduk, terutama banyak anak anak.

"Tentu upaya nyata perlu dilakukan, jangan sampai masalah buaya ini menimbulkan korban jiwa terutama penduduk di sekitar bantaran sungai," kata Elvis.

Simak video pilihan berikut: