Sukses

Kisah Pasutri Terpisah Saat KM Arim Jaya Karam di Perairan Sumenep

Liputan6.com, Sumenep - Kapal Motor (KM) Arim Jaya jurusan Pulau Ra'as menuju Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tenggelam pada Senin, 17 Juni 2019. Kapal motor yang mengangkut sekitar 40 orang penumpang tiba-tiba oleng setelah dihantam ombak sekitar dua meter.

Semula saat berangkat dari Pelabuhan Guwa-Guwa, Kecamatan Ra'as kondisi cuaca baik. Namun, ketika sudah di tengah perjalanan di perairan Pulau Sapudi-Gili Iyang, gelombang mendadak tinggi mencapai sekitar dua meter, sehingga kapal motor pengangkut penumpang tersebut tak terkendali, dan akhirnya karam.

"Awalnya perahu bertahan saat dihantam ombak besar. Tapi setelah ombak besar menghantam kembali, perahu langsung tenggelam," kata Ahmadiyansyah, salah seorang penumpang selamat KM Arim Jaya.

Ahmadiyansyah menjelaskan, saat kapal motor yang ditumpangi tenggelam, dia bersama istrinya terpisah. Saat diselamatkan oleh nelayan setempat, dia belum mengetahui keberadaan istrinya. Sehingga, ia berharap istrinya selamat.

"Saya berharap istri dalam keadaan selamat. Dan juga penumpang lain juga dalam keadaan selamat," ucap dia.

Kapal motor yang tenggelam berpenumpang bukan hanya orang dewasa, melainkan ada sebagian anak-anak yang juga turut dalam kecelakaan laut tersebut.

"Penumpang kapal motor yang tenggelam itu berpenumpang sekitar 40 orang. Dua orang meninggal dunia, 29 orang selamat sisanya dalam pencarian," kata Kapolsek Dungkek, AKP Jaiman.

Petugas kepolisian bersama warga sekitar lokasi kejadian terus menyisir perairan setempat guna mencari korban tenggelamnya KM Arim Jaya yang belum ditemukan. Meski dengan alat seadanya, tak mematahkan semangat warga untuk mencari penumpang yang hilang, dengan harapan para penumpang tersebut bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

2 dari 2 halaman

Jumlah Korban

Badan Nasional Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) menyatakan sedikitnya 19 korban kapal layar motor (KLM) Arim Jaya yang ditemukan meninggal dunia seluruhnya telah teridentifikasi.

"Termasuk dua jenazah yang baru ditemukan dan dievakuasi tadi pagi juga telah teridentifikasi, masing-masing adalah Rehan, laki-laki usia lima tahun dan Putri, perempuan usia sembilan tahun. Keduanya asal Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Sumenep," kata Kepala Hubungan Masyarakat Basarnas Kota Surabaya Tholib Mahameru kepada wartawan di Surabaya, Rabu (19/6/2019), dilansir Antara.

Dua jenazah korban KLM Arim Jaya teridentifikasi terlebih dahulu setelah ditemukan dan dievakuasi pada hari pertama saat kapal kecil terbuat dari kayu berukuran 3 tonase kotor (gross tonnage, GT) itu tenggelam di perairan Sumenep pada Senin sore, 17 Juni lalu. Masing-masing adalah Zahra, usia 29 tahun, dan Hanisah usia 30 tahun, keduanya perempuan asal Guwa Guwa, Raas, Sumenep.

Sedangkan 15 jenzsah yang ditemukan dan dievakuasi sepanjang hari kemarin, kata Tholib, seluruhnya telah teridentifikasi tadi malam.

"Seluruh korban meninggal dunia adalah warga Pulau Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Sumenep. Dijadwalkan pada pagi hari ini setelah menjalankan proses identifikasi di RSUD Sumenep, Pulau Madura, akan dibawa menuju ke Pulau Guwa Guwa menggunakan dua kapal," katanya.

Kapal Negara (KN) SAR 225 Widura bertugas mengawal dua kapal yang pada pagi hari ini dijadwalkan membawa seluruh jenazah menuju ke Pulau Guwa Guwa.

KM Arim Jaya diketahui berlayar dari Pulau Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, pada sekitar pukul 07.00 WIB, Senin pagi, 17 Juni, tujuan Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur.

Selanjutnya diinformasikan terguling dan tenggelam akibat dihantam ombak saat melintas di pertengahan perairan antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang, wilayah Kabupaten Sumenep, pada Senin sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

Tholib, dalam kesempatan ini, sekaligus mengoreksi jumlah penumpang beserta anak buah kapal (ABK) Arim Jaya yang tenggelam di perairan Sumenep seluruhnya adalah 61 orang (bukan 60 orang seperti yang diberitakan sebelumnya).

"Data satu orang penumpang dari Puskesmas Dungkek, Sumenep, belum terlaporkan dalam Rapat Tim SAR Gabungan yang berlangsung di Kepolisian Resor Sumenep tadi malam. Pagi ini ada pihak keluarga yang juga penumpang KLM Arim Jaya datang ke Posko SAR Gabungan untuk mengonfirmasi bahwa puteranya yang berusia 8 tahun belum ditemukan," katanya.

Dengan begitu Tim SAR Gabungan mencatat sampai hari ini terdapat tiga korban yang dinyatakan hilang dan sedang dalam proses pencarian. Sementara korban yang berhasil diselamatkan berjumlah 39 orang.

 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
9-11-1913: Horor 19 Kapal Tenggelam di Great Lakes, 300 Orang Tewas
Artikel Selanjutnya
Kapal Tenggelam di Tanjung Priok, 1 Orang Awak Kapal Tewas