Sukses

Pesan Ketua Forum Silaturahim Keraton Nusantara untuk Jokowi dan Prabowo

Liputan6.com, Cirebon - Di tengah keriuhan terhadap aksi massa 22 Mei 2019, sejumlah ucapan selamat kepada Jokowi - Ma'ruf amin yang dipastikan memimpin Indonesia lima tahun kedepan terus mengalir.

Salah satunya disampaikan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat. Dia berharap Jokowi-Ma'ruf Amin dapat menjalankan amanah dengan seadil-adilnya untuk segenap masyarakat Indonesia.

"Saya ucapkan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024," tulis Sultan Arif melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Rabu (22/5/2019).

Dalam pernyataannya, Sultan Arief juga mengucapkan selamat kepada KPU dan Bawaslu yang dianggap telah bekerja keras dan berhasil melaksanakan Pemilu dengan baik.

Dia menilai, kondisi masyarakat di Cirebon tetap kondusif meski marak adanya aksi massa 22 Mei di KPU. Dia memastikan Cirebon masih menjunjung tinggi semangat pluralisme dan menghargai sesama.

Dia juga mengajak untuk semua elemen masyarakat kembali bersatu dan menjadi Indonesia.

"Kepada Prabowo dan Sandiaga Uno mari kita bersatu kembali sebagai bangsa Indonesia untuk bahu membahu membangun Indonesia," ujar dia.

Sultan Arief yang juga ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) itu meminta Jokowi-Ma'ruf Amin agar memperhatikan peninggalan sejarah dan budaya termasuk di Cirebon.

2 dari 2 halaman

Pusaka Keraton

Dia meminta Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk memasukkan program revitalisasi keraton yang ada di Indonesia dalam 5 tahun kedepan.

Sehingga, kata Sultan, keraton di Indonesia yang masih ada dan berdiri dapat lestari. Pelestarian keraton di Indonesia merupakan cikal bakal kemajuan budaya sebagai potensi kearifan lokal.

"Untuk kemajuan Indonesia maka Pariwisata juga harus ditingkatkan. Keraton Indonesia memiliki potensi ekonomi dan meningkatkan kunjungan wisatawan Mancanegara ke Indonesia," ujar dia.

Sultan Arief juga meminta pemerintah Indonesia dapat mengembalikan pusaka keraton yang ada di Belanda. Menurut dia, pusaka yang ada di Belanda tersebut merupakan bagian dari aset dan jati diri bangsa Indonesia.

Dia juga berpesan agar masyarakat Indonesia dapat menjaga kedamaian dan ketertiban sebagai bangsa yang berbudaya dan beradab.

"Sebagian besar catatan tentang sejarah khususnya keraton di Indonesia ada di Belanda termasuk Cirebon," kata dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Saat Ulama hingga Cendekiawan Cirebon Menolak Pengerahan 'People Power'
Artikel Selanjutnya
Kiai Ponpes Buntet Cirebon Sebut Kabar Ribuan Santri Ikut People Power Hoaks