Sukses

Setandan Pisang Jadi Penangkal Roh Jahat Saat Menempati Rumah Baru

Liputan6.com, Gorontalo - Memiliki rumah pribadi merupakan dambaan setiap keluarga. Ketika rumah itu baru akan ditempati, biasanya si pemilik rumah akan mengadakan syukuran atau sejumlah tradisi yang berbeda-beda di setiap daerahnya.

Seperti halnya yang dilakukan masyarakat Gorontalo saat ada keluarga yang akan menempati atau istilahnya menaiki rumah baru. Mereka biasanya menggantung setandan pisang di depan pintu mereka. Tradisi ini ditujukan demi mendapat keberkahan.

Tradisi warga Gorontalo tersebut sudah ada sejak zaman dahulu dan ternyata hingga hari ini masih ada sejumlah warga di perkampungan yang menggelarnya. Setiap keluarga yang menaiki rumah baru itu wajib sehari sebelumnya sudah menggantung setandan pisang tepat di depan pintu rumahnya. Setelah itu, pemilik rumah mengundang tetangga dan keluarga untuk makan pisang ini bersama-sama.

Banyak dari para tokoh adat Gorontalo berpendapat terkait hal ini. Menurut sebagian dari mereka, tradisi ini berkaitan dengan hal-hal mistis. Seperti halnya yang dikatakan Imran Musa, sebelum ia lahir, tradisi ini memang sudah ada.

"Saya dari kecil sudah menyaksikan hal ini, setiap ada yang menaiki rumah baru itu menggantung pisang setandan yang dimakan secara bersama-sama," ujarnya.

"Setahu saya tadisi ini sebagai bentuk rasa syukur pemilik rumah karena sudah menaiki rumah baru dan arti mengapa pisang itu dimakan secara bersama-sama, hal ini dipercaya agar pemilik rumah mendapat keberkahan dan juga selama mereka tinggal di rumah itu rezeki para penghuni rumah itu tidak akan berhenti mengalir," dia menambahkan.

 

2 dari 2 halaman

Penangkal Roh Jahat

Namun, lain halnya dengan yang dikatakan Aswin Mooduto, ia percaya bahwa tradisi ini merupakan salah satu upaya untuk menangkal roh-roh jahat yang mengganggu penghuni rumah.

"Pisang setandan yang digantung tadi itu harus dihabiskan, kemudian lantas kulitnya dan tandan pisang tersebut tidak dibuang, nah kulit pisang dan tandannya tadi itu digantung di atas plafon rumah atau pada tiang utama rumah itu, maka dengan kulit pisang tadi roh jahat atau iblis tidak akan menggangu penghuni rumah tersebut," kata Aswin.

"Kulit pisang yang berada di atas plafon rumah dibiarkan lapuk dengan sendirinya, biarkan bertahun-tahun berada di atas plafon rumah sebagai penjaga penghuni rumah," tambahnya.

Namun, seiring perkembangan waktu dan zaman, warga di daerah perkotaan mulai meninggalkan tradisi ini. Banyak orang yang menaiki rumah baru hanya dengan mengadakan doa selamat bahkan ada yang membuat pesta dan hiburan hura-hura.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Sadis, Sopir Taksi Online Tewas Dikampak

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Menjemput Udara Pagi yang Sejuk di Wisata Mangrove Gorontalo
Artikel Selanjutnya
Belum Gajian Sejak 2018, Tenaga Honorer RSUD Toto Kabila Mogok Kerja