Sukses

Belum Gajian Sejak 2018, Tenaga Honorer RSUD Toto Kabila Mogok Kerja

Liputan6.com, Gorontalo - Setelah beberapa hari melakukan aksi mogok kerja, ratusan perawat dan tenaga kontrak honorer kembali mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila, Gorontalo, Rabu (30/1/2019).

Mereka menuntut gaji tahun 2018 yang hingga kini belum dibayarkan pihak rumah sakit. Setidaknya ada sekitar 300 orang tenaga kontrak dan honorer rumah sakit tersebut yang belum menerima hak-hak mereka sebagai pekerja. Tenaga honorer tersebut meliputi berbagai profesi, mulai dari perawat, sopir, security, dan cleaning service.

Apriandi salah seorang pengunjuk rasa, kepada Liputan6.com mengatakan, hingga saat ini para pekerja honorer tidak pernah tahu kapan pastinya gaji mereka akan dibayarkan pihak rumah sakit.

"Sebenarnya kami enggak mau melakukan mogok masal seperti ini, namun karena pihak rumah sakit tidak pernah memberitahukan kapan gaji kami keluar jadiya kami kompak berhenti sementara," ujar Apriandi.

Mogok kerja masal yang dilakukan tenaga honorer RSUD Toto Kabila sempat dikeluhkan pasien. Ramla Abdul salah seorang pasien mengaku, pelayanan rumah sakit terganggu dan kurang maksimal dengan adanya mogok masal. 

"Hal ini jangan sampai berlaut-larut karena akan berdampak pada kami sebagai pasien," kata Ramla.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Daerah (RSUD) Totot Kabila dr Serly Daud saat dikonfirmasi Liputan6.com membenarkan adanya aksi mogok kerja masal yang dilakukan tenaga honorer.

"Mereka akan bekerja kembali dan gaji mereka untuk sementara akan ditanggung Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango," ungkap Serly.

"Untuk pelayanan memang agak sedikit terganggu dengan mogoknya mereka, namun semua kami sudah atasi, karena ada beberapa Pegawai Negeri Sipil yang ada di rumah sakit untuk memaksimalkan pelayanan," katanya menambahkan.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Sadis, Sopir Taksi Online Tewas Dikampak

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Memandang Kebesaran Illahi dari Puncak Dionumo Gorontalo
Artikel Selanjutnya
Puluhan Mahasiswa Sendratasik UNG Jadi Korban Kekerasan Senior