Sukses

Geliat Dukungan Pilpres di Garut Mulai Memakan Korban

Liputan6.com, Garut - Geliat perbedaan dukungan pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) 2019 di Garut, Jawa Barat, mulai memakan korban. Ketua Pengurus Partai Golkar Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Denden Amirullah, diberhentikan statusnya setelah mendukung pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto–Sandiaga Salahudin Uno.

"Iya betul, beritanya sudah satu minggu ke belakang," ujar Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Kabupaten Garut Deden Sofyan, Rabu, 9 Januari 2019.

Menurutnya, sesuai dengan rekomendasi partai Nomor 46/GOLKAR-GRT/XII/2018 tertanggal 27 Desember 2018 yang ditandatangani Ketua DPD Partai Golkar Garut Ade Ginandjar dan Sekretaris Akhmad Mulyana, partai memberikan sanksi tegas berupa pemberhentian, akibat perbedaan dukungan itu.

Pemberhentian itu, langsung dilakukan DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, setelah mengetahui sikap politik Denden yang lebih memilih pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandi dibanding pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’aruf Amin yang diusung Partai Golkar.

Bahkan, rencananya Denden segera menggelar deklarasi terbuka untuk mendukung secara resmi pasangan Prabowo-Sandi itu pada 20 Januari mendatang. Kegiatan itu rencananya akan dihadiri langsung Cawapres Sandiaga S Uno di Garut.

Luthfi H Hasbullah, penasihat hukum Denden Amirullah yang juga koordinator panitia deklarasi relawan pemenangan Prabowo-Sandi Garut Utara, menilai upaya pemecatan kliennya yang dilakukan sepihak DPD Golkar Garut, sebagai bentuk sikap otoriter partai yang tidak menghormati perbedaan sikap politik kadernya.

Untuk itu, ia berencana menggalang dukungan dan mengajak seluruh pimpinan pengurus Golkar kecamatan se-Garut Utara, menolak upaya arogansi pimpinan partai, dan membuat mosi tidak percaya terhadap Ketua DPD Golkar Garut Ade Ginandjar. 

 

Simak video pilihan berikut ini:

Apes, Bocah Terpental dan Nyungsep saat Coba Atraksi Motor

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Apakah Anda Sudah Terdaftar di DPT Pemilu 2019? Cek di Sini
Artikel Selanjutnya
Harga Pangan Naik, Sandiaga: Pemerintah Pakai Data, Saya dari Cerita Emak-Emak