Sukses

Evakuasi Panjang Korban Gempa Lombok dari Reruntuhan Dermaga Jetty Gili Trawangan

Liputan6.com, Mataram - Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan menemukan sosok jasad laki-laki tertimbun di reruntuhan dermaga jetty Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Jumat, 10 Agustus 2018, pukul 16.30 Wita.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram Agus Hendra Sanjaya mengatakan jasad tersebut adalah warga negara Indonesia, tapi identitasnya belum diketahui pasti.

"Kami menemukan identitas kartu tanda penduduk dengan nama Herianto, kelahiran Bulukumba 1993, alamat Dusun Labuan Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat," katanya, dilansir Antara.

Herianto dilaporkan menghilang sejak gempa bumi berkekuatan 7 pada Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok, pada Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 19.46 Wita. Laporan hilangnya warga Kabupaten Sumbawa Barat tersebut disebar melalui media sosial WhatsApp.

Pria berusia 25 tahun itu bekerja sebagai staf counter di A & T Holiday, Gili Trawangan. Tim SAR gabungan yang terdiri atas anggota dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, TNI dan polisi langsung mengamankan lokasi untuk memudahkan proses pengangkatan jenazah dari reruntuhan bangunan beton.

Agus mengatakan proses pengangkatan jenazah relatif lama mulai pukul 17.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita. Hal itu disebabkan karena tebalnya reruntuhan bangunan beton jetty.

Tim SAR menggunakan mesin pemotong besi beton untuk membongkar bangunan jetty yang menimbun tubuh korban.

"Tubuh korban berhasil kami angkat dan langsung dibungkus kantong mayat," ujar Agus yang memastikan bahwa jasad tersebut dibawa oleh tim medis ke Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah NTB.

Tim SAR gabungan terus menggelar operasi pencarian dan pertolongan di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, untuk mengevakuasi warga dan wisatawan, serta memastikan tidak ada korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang belum ditemukan.

 

 

1 dari 2 halaman

Masih Banyak Korban Terjebak

Warga Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, yang berada dekat dengan episentrum guncangan gempa, menduga masih banyak korban yang terjebak dalam reruntuhan rumah.

"Ada teman saya, rumahnya itu ambruk sampai masuk dalam retakan tanah, sampai sekarang masih terjebak di sana," kata Johri, warga Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, saat ditemui Antara, kemarin.

Rekannya itu, jelasnya, tinggal di Dusun Tampes, Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, sekitar 10 kilometer ke arah Selatan dari Puskesmas Bayan.

Lokasi rumahnya berada sekitar 15 kilometer dari bibir Sungai Tampes. Namun, di antara rumah dengan bibir sungai, lanjutnya, kini terdapat retakan tanah yang dalam disebabkan gempa berkekuatan 7 Skala Richter pada Minggu malam.

"Saya lihat ada dua rumah yang ambruk masuk ke dalam retakan, salah satunya rumah teman saya itu. Sudah ada upaya evakuasi, pakai alat berat juga, tapi sampai sekarang belum bisa keluar, mereka itu sekeluarga," ucapnya.

Dilansir Antara, di sepanjang ruas jalan provinsi dari jalur Barat Pulau Lombok, masuk ke Kabupaten Lombok Utara, runtuhan bangunan masih berserakan, walau beberapa titik jalan sudah dibersihkan. Sepanjang jalan utama itu juga masih tercium bau bangkai yang berasal dari runtuhan bangunan.

"Itu dah pak makanya, di pinggir jalan saja bapak bisa cium, apalagi yang ke dalam kampung, naik ke atas lagi, banyak yang belum dicari dalam runtuhan," kata Ahmad.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Saksikan Live Streaming Asian Games 2018

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Anisa Bahar Belum Diizinkan Bantu Korban Gempa Lombok
Artikel Selanjutnya
Raja Salman Berduka Atas Gempa di Lombok