Sukses

Kardus Isi Kitab di Masjid Bikin Heboh Warga Tulungagung

Liputan6.com, Malang - Serangkaian aksi pengeboman di Surabaya menyebabkan warga mewaspadai berbagai hal mencurigakan. Di Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, Jawa Timur, warga melaporkan temuan kardus yang ditinggal di serambi Masjid Al-Ikhlas.

Kardus berukuran besar itu ditinggalkan oleh dua pemuda yang tiba berboncengan motor pada Selasa, 16 Mei 2018, sekitar pukul 20.30. Apalagi pemuda yang tak diketahui identitasnya langsung pergi setelah meletakkan kardus. Warga pun melaporkan kardus itu ke Polres Tulungagung.

"Warga tak tahu identitas pemuda itu karena belum sempat bertanya keduanya langsung pergi ke arah Kediri," kata Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol Muhamad Khoiril, Rabu (17/5/2018) dini hari.

Seorang warga atas nama Munir kemudian melapor ke polisi atas keberadaan kardus itu. Kardus ditaruh di bawah tangga masjid. Tim penjinak bom diturunkan untuk memeriksa kardus itu. Aparat gabungan dari polisi dan TNI turut berjaga di dekat lokasi.

Setelah diperiksa tim penjinak bom kardus dipastikan tak berisi benda berbahaya. Saat proses pemeriksaan, dua orang pemilik barang itu yakni Ulfa Al Amin dan M Arif juga tiba di lokasi. Keduanya bermaksud mengambil barang pesanan mereka yang sengaja diminta diletakkan di masjid.

"Ternyata isi kardus itu adalah puluhan kitab untuk belajar milik dua orang yang tiba saat kami memeriksa," ujar Khoiril.

Ulfa Al Amin dan Arif sendiri adalah santri di salah satu pondok pesantren di Srengat, Kabupaten Blitar. Keduanya mengaku sengaja menaruh kardus berisi puluhan kitab di masjid Al Ikhlas, dengan alasan kerepotan untuk membawa barang bawaannya tersebut.

Amin mengaku baru saja belanja kitab di Kalangbret, Tulungagung dan juga mencari beberapa kitab lagi di pesantren Ploso dan Lirboyo Kediri. Lantaran berat membawanya, kitab sengaja dititipkan di masjid lebih dulu.

"Kami sudah titip pesan ke salah seorang jemaah masjid kalau mau titip kardus dan agar disampaikan ke jamaah lainnya. Tapi sepertinya lupa dengan pesan saya," ujar Amin.

Kedua santri itu pun diizinkan pulang ke pesantren sekaligus membawa kardus berisi kitab milik mereka. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika ada sesuatu yang mereka anggap mencurigakan. Warga diminta berhati–hati menyusul serangkaian aksi pengeboman dan penangkapan terorisme akhir–akhir ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ini Identitas 5 Korban Tewas Kecelakaan Bus Rombongan Guru TK Asal Tulungagung
Artikel Selanjutnya
Bus Rombongan Guru TK Asal Tulungagung Terjun ke Sungai, 5 Orang Dilaporkan Tewas