Sukses

Sepak Terjang Pelawak Qomar Selama Menjadi Rektor

Liputan6.com, Brebes - Pelawak kawakan Nurul Qomar membeberkan alasan pengunduran dirinya dari jabatan Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Jawa Tengah. Ia mengaku, alasan utama dirinya mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan tersebut karena adanya persoalan internal kampus.

Hal itulah yang membuat Qomar tidak nyaman dan memutuskan langkah pengunduran diri tersebut. "Jujur saja saya sudah tidak nyaman lagi dengan kondisi internal kampus. Karena itu saya ambil langkah untuk mundur dari jabatan Rektor UMUS Brebes," ucap Nurul Qomar, beberapa waktu lalu ketika dirinya menyampaikan pengunduran dirinya ke publik.

Kendati demikian, mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini enggan membeberkan secara detail persoalan internal kampus yang membuat dirinya tidak nyaman mengemban tugas Rektor UMUS.

"Yang saya tegaskan bukan karena kinerja saya sebagai rektor buruk, tapi memang kondisi internal yang sudah tak satu visi dan amanah untuk kepentingan para mahasiswa saya akhirnya putuskan untuk mundur," ia menambahkan.

Dia mengaku sudah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Beberapa target juga sudah dicapainya. Di antaranya perolehan akreditasi B untuk lima prodi di tiga fakultas, pencairan dana hibah senilai Rp 740 juta, hingga pencapaian jumlah mahasiswa hingga 230 orang.

"Jumlah mahasiswa tahun ini paling tinggi dibanding tahun sebelumnya sejak 2012," ia menjelaskan.

Qomar pun meminta maaf kepada mitra, rekan kerja, dan seluruh mahasiswa atas pengunduran dirinya sebagai rektor. "Mohon maaf jika selama ini ada ucapan dan tingkah laku yang kurang berkenan," katanya.

2 dari 3 halaman

Ingin Maju Pilkada Cirebon 2018

Sementara itu, berdasarkan surat pengunduran diri Qomar sebagai Rektor UMUS Brebes tertulis rencananya turut bersaing pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cirebon 2018 mendatang.

Melalui surat pengunduran dirinya tertanggal, 14 November 2017 lalu, pada poin pertama dirinya menyebutkan bahwa dia telah resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat Bakal Calon Bupati (Balonbup) Cirebon Periode 2018-2023. Dengan partai pengusungnya, yakni Partai Demokrat di Kabupaten Cirebon.

Pada poin kedua dari surat pernyataan tersebut, Qomar juga menyebutkan alasan pengunduran dirinya tidak lain agar tidak mengganggu jalannya kegiatan kampus. 

Dia juga meminta kepada Ketua Yayasan Muhadi Setiabudi, untuk merekomendasikan Wakil Rektor (Warek) II  melanjutkan aktivitas di kampus. Dengan begitu, semua kegiatan perkuliahan bisa berjalan dengan baik.

"Saya meminta rekomendasi kepada ketua yayasan untuk menunjuk Warek II H Maksori untuk melanjutkan kepemimpinan selama kekosongan jabatan rektor," tulis Qomar.

Seperti diketahui, rektor yang terkenal melalui grup lawak Empat Sekawan tersebut diangkat menjadi Rektor Umus pada 9 Februari 2017 lalu.

Melalui Surat Keputusan Nomor 001/SK/YMS/H/2017, dia menggantikan rektor sebelumnya yang mundur. Dia dilantik di Auditorium UMUS oleh Ketua Yayasan Muhadi Setiabudi. Berdasarkan SK tersebut, pria bergelar doktor itu seharusnya menjabat Rektor Umus periode 2017-2021.

 

3 dari 3 halaman

Prestasi Selama Jadi Rektor

Wakil Rektor II UMUS Brebes Maksori mengaku kaget dan menyayangkan atas keputusan mendadak yang dilakukan Nurul Qomar.

Menurut dia, selama menjabat kurang lebih sembilan bulan, sudah banyak yang dilakukan olehnya, di antaranya akreditasi B pada lima program studi, pencairan dana hibah Rp 740 juta hingga pencapaian jumlah mahasiswa sebanyak 230 orang.

Selain itu, selama Qomar menjadi rektor, Kampus UMUS semakin populer dan jumlah mahasiswa mengalami peningkatan yang cukup signifikan sejak lima tahun belakangan.

"Terus terang kami (keluarga besar UMUS) sangat kaget apa yang diajukan Pak Qomar. Sebab, selama ini tidak ada permasalahan apa-apa," ucap Maksori.

Ia menyebut, sebelum memutuskan mengundurkan diri, dirinya ditelepon Qomar untuk menemuinya di kediamannya di Cirebon. Saat itu, dia langsung menuju kediaman Qomar.

Di kediaman Qomar, Warek II menerima surat dari Qomar yang ditujukan untuk ketua yayasan. Namun, saat itu dirinya belum mengetahui kalau surat yang dibawa merupakan surat pengunduran dirinya dari jabatan rektor UMUS.

"Tidak ada pesan apa-apa. Yang jelas saat itu dia hanya menitipkan surat untuk ketua yayasan, jadi saya tidak tahu kalau itu surat pengunduran dirinya," jelasnya.

Meski demikian, dia memastikan aktivitas perkuliahan di UMUS tetap berjalan dengan baik. "Adanya pengunduran pak Rektor sama sekali tidak mempengaruhi aktivitas perkuliahan," dia memungkasi.

Simak video pilihan berikut ini: