Sukses

Siswa-Siswa SMAN 9 Bandung Trauma Banjir Bandang

Liputan6.com, Bandung - Banjir yang menerjang SMAN 9 Bandung menyisakan trauma dari siswanya. Para siswa sempat panik dan histeris saat air mulai masuk area sekolah pada Senin siang, 24 Oktober 2016.

Salah seorang siswi kelas 10 SMAN 9, Azgib menjelaskan jika kejadian yang begitu cepat sempat membuat dirinya panik bahkan beberapa teman-temannya menangis.

"Awalnya aku lagi di kelas, waktu itu air masuk tapi kita biasa saja lama kelamaan jadi tinggi lebih dari mata kaki dan mulai panik. Ada teman-teman yang menangis karena panik," ucap dia saat ditemui di SMAN 9 Kota Bandung, Jalan LLU Satu Suparmin 1 A, Kota Bandung, Selasa (25/10/2016).

Meski mengalami sedikit trauma, ia bersama teman-temannya bakal berusaha melupakan insiden tersebut. Ia juga berharap seluruh pihak bisa membenahi kondisi lingkungan agar peristiwa tersebut tak terjadi lagi.

"Ada sedikit trauma, beberapa teman katanya nggak masuk tapi nggak tahu sakit atau kenapa. Tapi, teman-teman tetap semangat dan berharap agar banjir tidak terjadi lagi," kata dia.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 9 Kota Bandung, Agus Setia Mulyadi menjelaskan pihak sekolah telah menyiapkan skema evakuasi jika insiden serupa terjadi.

"Banjir dengan volume air lebih besar bisa saja terjadi kalau melihat hujan kemarin tidak terlalu besar karena memang kiriman dari Bandung Utara. Jadi, bisa saja lebih parah," kata Agus.

Akibat banjir, sebanyak 18 ruangan SMAN 9 Bandung terendam dan merusak pagar dan puluhan komputer sekolah. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta akibat banjir yang sempat mencapai ketinggian 1,5 meter itu.