Sukses

Guru SMK Makassar Maafkan Siswa dan Orangtua Penganiaya, tapi...

Liputan6.com, Makassar - Usai menjalani operasi bedah pada hidungnya, Dasrul guru SMKN 2 Makassar, Sulawesi Selatan, yang menjadi korban dugaan penganiayaan oleh siswa dan orangtuanya kini kembali dirawat jalan.

Penasihat hukum Dasrul, Andi Azis Pangeran, kepada Liputan6.com mengatakan saat ini Dasrul sedang dirawat di rumah. Meski demikian, guru korban penganiayaan ini diwajibkan mengikuti tahapan kontrol setiap saat oleh dokter Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar.

"Beliau belum bisa beraktivitas normal karena bekas jahitan operasi pada hidungnya belum kering. Selain itu, pandangan beliau juga masih kabur dan terlihat sebuah garis lurus setiap membuka matanya serta masih sering pusing," ucap Azis saat dihubungi melalui sambungan telepon di Makassar, Jumat, 19 Agustus 2016.

Sebelum meninggalkan RS Bhayangkara, Makassar, dua hari lalu, menurut Azis, guru SMKN 2 Makassar itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Terutama, pihak yang ini memberikan perhatian atas penganiayaan yang dialami Dasrul oleh siswanya, MAS, bersama bapaknya, Adnan Achmad, yang saat ini ditahan di Mapolrestabes Makassar.

"Beliau berterima kasih kepada semua pihak, termasuk Pak Kapolda, Wali Kota, dokter ahli bedah, serta teman-teman guru dan para media yang meluangkan perhatian atas apa yang dialami beliau pekan lalu," ujar Azis.

Selain itu, kata Azis, guru SMKN Makassar itu juga mengungkapkan kesedihan atas insiden yang terjadi. Secara pribadi sebagai seorang pendidik dan orangtua bagi siswanya, MAS, Dasrul mengakui dengan ucapan hati yang terdalam, ia telah memaafkan perbuatan MAS.

Dasrul juga memohon MAS dan bapaknya tersebut mendoakan kesembuhannya agar bisa kembali mengajar dengan normal. "Sebagai orangtua di sekolah tentunya dari hati terdalam, Pak Dasrul mengakui telah memaafkan MAS dan bapaknya Adnan. Tapi, mengenai proses hukumnya ia serahkan sepenuhnya hukum yang sedang berjalan," ujar Azis.

Saat ini Dasrul masih terbaring di ranjang tidur rumahnya. Selain sebagai upaya pemulihan kesehatannya, juga agar bekas jahitan pada hidungnya bisa cepat kering.

"Beliau masih dalam cuti sakit belum beraktivitas normal. Beliau sebenarnya sudah kangen mengajar kembali, tapi ada daya sesuai saran dokter, beliau diminta istirahat full dulu nanti setelah pulih betul baru bisa aktif," ujar Azis menjelaskan kondisi guru SMKN 2 Makassar korban penganiayaan tersebut.