Sukses

Bagi-Bagi Minyak Goreng, Caleg Perindo Jadi Tersangka

Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Sentra Gakkumdu Bawaslu Kota Jakarta Utara menetapkan calon anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Perindo David H Rahardja menjadi tersangka. David ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan tindak pidana pemilu.

Ketua Koordinator Sentra Gakkumdu Benny Sabdo mengatakan, David ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap David dengan barang bukti, para saksi sekaligus olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"David H. Rahardja terjerat perkara dugaan tindak pidana pemilu, pembagian minyak goreng dalam kampanye," kata Benny dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Ia menerangkan, kegiatan kampanye yang dilakukan oleh David tersebut tidak ada pemberitahuan dan diduga menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnnya kepada peserta pemilu sebagaimana diatur dalam Pasal 523 ayat (1) juncto Pasal 280 ayat (1) huruf j UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Benny mengapresiasi kinerja penyidik selama menangani perkara dugaan tindak pidana pemilu ini. Menurutnya, penyidik telah bekerja secara maraton dan progresif dalam menegakkan hukum pidana pemilu.

Ia pun mengungkapkan, Bawaslu Kota Jakarta Utara akan terus mengawal kasus ini sampai ke tahapan penuntutan.

"Bawaslu mengawal perkara ini untuk tahap selanjutnya, yaitu proses penuntutan guna menjamin kepastian hukum dan keadilan pemilu," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Bagi-Bagi Minyak Goreng

Sebelumnya, David diketahui telah membagi-bagikan minyak goreng ke sejumlah warga di Sukapura dan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Minggu 23 September 2018 lalu.

Selain membagikan minyak goreng kepada warga Jakarta Utara, David bersama timnya juga kedapatan membagikan stiker berisi ajakan memilih dirinya pada pemilu 2019 mendatang.

Reporter: Nur Habibie

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Gebyar Bawaslu Jaga Hak Pilih Ajak Pemilih Bali
Artikel Selanjutnya
Bawaslu Ingin KPU dan Kemendagri Sinkronkan Data 31 Juta Pemilih