Geely Perluas Jejak ke Eropa, Produksi Mobil Listirk di Pabrik Ford Spanyol

Hubungan kemitraan antara Ford dan Geely sendiri telah terjalin sejak 2010, ketika Ford menjual Volvo Cars kepada Geely.

Diterbitkan 24 Juli 2026, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Produsen otomotif asal China, Geely, akan memproduksi kendaraan listrik (EV) di pabrik milik Ford Motor di Spanyol. Produksi ini dengan membentuk perusahaan patungan (joint venture) baru di Eropa.

Dengan syarat memperoleh persetujuan dari regulator, perusahaan patungan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada paruh pertama tahun 2027. Sementara kendaraan pertama hasil produksinya ditargetkan keluar dari lini perakitan pada 2028.

Melansir laman CNBC, Jumat (24/7/2026), selama masa transisi, pabrik Ford di Valencia, Spanyol, akan tetap memproduksi Ford Kuga. Kedua perusahaan menyatakan Ford akan memiliki 66% saham dalam perusahaan patungan tersebut, sedangkan Geely akan menguasai 34%.

Perusahaan patungan ini diperkirakan akan memproduksi crossover listrik baru untuk Ford, selain anggota baru keluarga Bronco, serta dua SUV listrik Geely. Produksi seluruh model tersebut dijadwalkan dimulai pada tahun 2028.

Pengumuman ini muncul setelah berbulan-bulan tersebar isu mengenai pembicaraan antara kedua perusahaan. Pembicaraan di tengah upaya produsen otomotif mapan seperti Ford bersaing dengan produsen mobil China yang dalam beberapa tahun terakhir terus memperluas ekspansinya ke berbagai pasar di luar China.

“Perusahaan patungan ini merupakan respons terhadap realitas baru pasar Eropa, persaingan global yang semakin ketat, tekanan biaya yang terus meningkat, serta regulasi yang semakin ketat, sekaligus memosisikan kembali fasilitas Valencia agar mampu berproduksi dengan struktur biaya yang sesuai dengan standar baru industri,” demikian pernyataan kedua perusahaan dalam siaran pers.

RUU Larangan Mobil China di AS

Produsen otomotif seperti Ford selama ini dikenal menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan asal China untuk memproduksi dan menjual kendaraan di pasar China. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen otomotif mapan mulai memperluas cakupan geografis kerja sama tersebut.

Sebagai contoh Stellantis, induk perusahaan Chrysler, telah memperluas kemitraannya yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dengan Leapmotor dari China ke pasar Eropa.

Sementara itu, Volkswagen dari Jerman menyatakan terbuka untuk berbagi pemanfaatan pabrik-pabriknya di Eropa yang belum digunakan secara optimal dengan merek-merek mobil China sebagai bagian dari upaya menekan biaya.

Kerja sama baru Ford dengan Geely diumumkan sehari setelah sebuah komite di Senat Amerika Serikat menyetujui rancangan undang-undang yang akan memperketat larangan bagi produsen mobil China untuk memasuki pasar Amerika Serikat.

CEO Ford, Jim Farley, yang beberapa kali memberikan apresiasi terhadap kecepatan inovasi dan kualitas produk produsen mobil China. Sebelumnya bahkan dia mengatakan bahwa Ford akan memanfaatkan kemitraan strategis untuk mendukung operasi globalnya.

Hubungan kemitraan antara Ford dan Geely sendiri telah terjalin sejak 2010, ketika Ford menjual Volvo Cars kepada Geely. "Kami berkomitmen menghadirkan kendaraan yang dipilih pelanggan Eropa berdasarkan kualitasnya, melalui fitur-fitur terdepan di industri, mutu yang tinggi, serta kontribusi nyata terhadap masa depan hijau Eropa. Sederhananya, kami membangun mobil di Eropa, untuk Eropa, bersama mitra yang terpercaya," ujar Alex Nan, Wakil Presiden Geely, dalam siaran pers tersebut.