Kontroversi Luxeed RX, SUV Listrik Huawei-Chery yang Mirip Ferrari

Kemunculan SUV terbaru hasil kolaborasi Huawei dan Chery, Luxeed RX kembali memicu perbincangan di kalangan industri otomotif China

Diterbitkan 12 Juni 2026, 20:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kemunculan SUV terbaru hasil kolaborasi Huawei dan Chery, Luxeed RX kembali memicu perbincangan di kalangan industri otomotif China. Bukan soal spesifikasi, tapi soal siapa di balik desain dari mobil bertenaga baterai ini yang justru jadi kontroversi.

Disitat dari Carnewschina, Luxeed RX ini memang baru saja muncul di dalam dokumen pendaftaran Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT). Mobil ini merupakan produk terbaru di bawah naungan Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA). SUV ini dibekali empat sensor LiDAR, dan mengusung teknologi die-casting dengan sistem pengendalian termal elektromagnetik.

Dari sisi dimensi, mobil ini memiliki panjang 5.020 mm, lebar 2.007 mm, tinggi 1.585 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 3.000 mm.

Untuk performa, Luxeed RX tersedia dalam dua pilihan sistem penggerak. Varian motor tunggal mengandalkan tenaga sebesar 277 kW atau setara 372 hp. Sementara versi motor ganda mengombinasikan motor 160 kW (215 hp) dan 277 kW (372 hp), sehingga menawarkan performa yang lebih tinggi.

Dari segi desain, Luxeed RX diposisikan sebagai kendaraan bergaya sporty dengan konsep 'Fashion Utility Vehicle' atau FUV. Mobil ini mengusung gril depan tertutup, lampu berbentuk huruf L, serta saluran udara tiga bagian pada bumper depan.

Siluet bodi yang rendah dan desain diffuser belakang yang agresif, membuat banyak pihak membandingkannya dengan Ferrari Purosangue.

Perdebatan mulai muncul setelah Zhao Changjiang, Executive Director sekaligus Executive Vice President Luxeed, yang menyatakan bahwa perusahaan telah merekrut mantan kepala desainer Ferrari. Dirinya juga menyebut Luxeed didukung tim penyetel sasis, yang memiliki pengalaman dari BMW dan Aston Martin.

Respons Ferrari

Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Ingrid Sun, Direktur Hubungan Masyarakat Ferrari Greater China. Melalui media sosial, dirinya mempertanyakan klaim tersebut dengan menulis, "Saya ingin bertanya, siapa nama mantan kepala desainer Ferrari ini?" tulis Ingrid.

Tidak hanya dari Ingrid, Keraguan juga datang dari warganet, yang menilai posisi kepala desainer Ferrari tidak mengalami pergantian dalam lebih dari satu dekade terakhir. Menariknya, hingga 11 Juni 2026, unggahan yang berisi pertanyaan tersebut dilaporkan sudah tidak lagi terlihat di akun media sosial Sun.

Terlepas dari polemik yang berkembang, Huawei dan Chery tetap bersiap meluncurkan Luxeed RX ke pasar China.