BMW Masih Pertahankan Mesin Besar, Inline-Six Hingga V12

Mesin-mesin ini tidak hanya akan dipertahankan, tetapi juga terus dikembangkan agar mampu memenuhi standar emisi generasi terbaru

Diterbitkan 20 Januari 2026, 07:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah percepatan transisi industri otomotif global menuju elektrifikasi, BMW menegaskan bahwa mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) masih akan memainkan peran penting dalam portofolio produknya pada tahun-tahun mendatang.

Produsen mobil premium asal Jerman tersebut memastikan bahwa era mesin konvensional belum sepenuhnya berakhir. Meskipun tekanan regulasi emisi dan kebijakan lingkungan semakin ketat, khususnya di pasar Eropa dan Amerika Utara.

BMW secara terbuka menyatakan komitmennya untuk mempertahankan mesin-mesin besar ikonik, mulai dari konfigurasi inline-six, V8, hingga V12, dengan pendekatan rekayasa yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Mesin-mesin ini tidak hanya akan dipertahankan, tetapi juga terus dikembangkan agar mampu memenuhi standar emisi generasi terbaru seperti Euro 7, tanpa mengorbankan karakter performa yang selama ini menjadi ciri khas BMW.

Dilansir Motor1.com, Chief Technology Officer BMW, Joachim Post, menjelaskan bahwa pengembangan mesin besar tersebut sejak awal sudah dirancang dengan visi jangka panjang. Artinya, sistem pembakaran, manajemen mesin, hingga teknologi after-treatment seperti katalis dan sistem pembuangan telah dipersiapkan agar tetap relevan di tengah regulasi yang terus berkembang.

Pendekatan ini memungkinkan BMW menjaga kesinambungan antara performa, efisiensi, dan kepatuhan terhadap aturan lingkungan.

Strategi BMW juga menegaskan filosofi “power of choice”, di mana konsumen tetap diberi kebebasan memilih antara kendaraan listrik murni, hybrid, maupun mesin bensin konvensional yang telah diperbarui.

Dengan demikian, BMW tidak melihat elektrifikasi sebagai pengganti mutlak ICE, melainkan sebagai bagian dari ekosistem teknologi yang berjalan berdampingan sesuai kebutuhan dan preferensi pasar global.

Mesin Tradisional Dipertahankan dengan Teknologi Modern

Keputusan BMW untuk tetap mempertahankan mesin besar datang di tengah kekhawatiran banyak pihak bahwa regulasi emisi yang semakin ketat, terutama di Eropa yang akan memaksa pabrikan untuk menghentikan pengguaan mesin bertenaga besar.

Namun pada hal ini BMW menilai dengan penyesuaian teknologi seperti peningkatan sistem pembuangan dan katalis yang lebih baik, mesin inline-six dan V8 dapat memenuhi standar Euro 7 tanpa investasi ekstrim, sehingga keberadaannya tetap relevan untuk tahun-tahun mendatang.

BMW juga tengah mempersiapkan generasi baru dari model-model berbasis mesin ini. Misalnya BMW M3 generasi berikutnya yang dikonfirmasi akan tetap menawarkan versi mesin enam silinder internal combustion di samping versi listrik, sebagai bagian dari strategi Power of Choice bagi konsumen yang masih menginginkan sensasi berkendara tradisional dengan performa tinggi.

Warisan Mesin V12 Belum Berakhir

Walaupun BMW sudah sempat menghentikan produksi mesin V12 untuk model tertentu setelah M760i Final Edition pada 2022, CTO BMW mengatakan bahwa konfigurasi dua belas silinder ini masih memiliki jalan yang panjang.

Mesin V12 yang sudah dikenal sebagai simbol kemewahan dan performa halus di model-model super-premium seperti Rolls-Royce Ghost, Phantom, dan Cullinan.

Meskipun belum ada kepastian model mana yang akan memakai mesin V12 baru di luar Rolls-Royce, kemungkinan keterlibatan divis seperti BMW Alpina yang berada di segmen atas lini BMW standar dan bersaing dengan Mercedes-Maybach turut menghidupkan kembali spekulasi tentang penggunaan mesin besar ini dalam model bentukan khusus atau edisi kolektor.

BMW tampaknya memilih pendekatan dual-track terhadap masa depan mobilitas: sambil terus memperkuat jajaran kendaraan listriknya, pabrikan asal Munich ini tetap akan memberikan ruang bagi mesin pembakaran internal berkapasitas besar yang memenuhi standar emisi baru.

Langkah ini mampu menghadirkan harapan bagi para pecinta mesin konvensional bahwa karakter serta sensasi berkendara klasik tidak akan segera hilang dari jalan raya dunia, bahkan di tengah revolusi elektrifikasi yang kian cepat.