Bersaing dengan Tesla dan Toyota, BYD dan Xiaomi Jadi Raksasa Otomotif Dunia

Posisi merek otomotif raksasa global mengalami pergesaran, berdasarkan bursa saham dunia, per 31 Desember 2025

Diterbitkan 07 Januari 2026, 06:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Posisi merek otomotif raksasa global mengalami pergesaran, berdasarkan bursa saham dunia, per 31 Desember 2025. Berdasarkan data kapitalisasi pasar dari CLS, yang disitat Carnewschina, empat posisi teratas memang tidak berubah dari tahun sebelumnya, dan dihuni produsen asal Amerika Serikat, Jepang, dan juga Tiongkok.

Tesla tetap menjadi perusahaan otomotif dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, mencapai sekitar US$ 1.495,69 miliar atau sekitar Rp 23.172 triliun pada akhir 2025, diikuti oleh Toyota di posisi kedua.

Menariknya, Xiaomi dan BYD menempati posisi ketiga dan keempat secara global, dengan nilai pasar masing-masing US$ 131,49 miliar USD atau setara Rp 2.038 triliun dan US$ 130,23 miliar atau setara Rp 2.021 triliun.

Pencapaian Xiaomi mendapat sorotan, karena perusahaan teknologi ini baru mulai serius menekuni bisnis otomotif dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam sebuah livestream, pendiri dan CEO Xiaomi, Lei Jun mengonfirmasi bahwa Xiaomi Auto menargetkan 550.000 pengiriman kendaraan pada 2026 setelah lebih dari 410.000 unit berhasil dikirim pada 2025.

Sementara itu, BYD mempertahankan posisinya di empat besar setelah mencatat penjualan kendaraan energi baru (NEV) sepanjang 2025 mencapai 4,602 juta unit, termasuk 2,2567 juta unit BEV.

Angka ini bahkan melampaui penjualan mobil listrik yang dilaporkan oleh Tesla selama periode yang sama.

Posisi 10 Besar Dunia

Selain itu, lanskap Top 10 perusahaan otomotif global menunjukkan dinamika menarik. Perusahaan-perusahaan seperti General Motors, Mercedes-Benz Group, dan BMW Group naik peringkat.

Sementara Porsche justru keluar dari daftar 10 besar pada akhir 2025. Di posisi 10 besar turut masuk Maruti Suzuki India, menunjukan diversifikasi kekuatan otomotif global yang semakin luas.

Fenomena ini mencerminkan pergeseran berkelanjutan dalam industri otomotif global, di mana produsen China semakin menonjol tidak hanya dari sisi volume penjualan tapi juga dari nilai pasar.