Presiden Korea Selatan Akui Tiongkok Berkembang Pesat dalam Hal Teknologi Otomotif

Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung mengungkapkan Tiongkok telah menyamai bahkan melampaui Negeri Ginseng dalam hal teknologi otomotif

Diterbitkan 06 Januari 2026, 15:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung mengungkapkan Tiongkok telah menyamai bahkan melampaui Negeri Ginseng dalam hal teknologi. Perkembangan pesat Tiongkok tersebut menjadikan hubungan kedua negara tersebut lebih setara dan horizontal. 

Dilansir dari Carnewschina, pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara dengan China Media Group (CMG) menjelang kunjungan resmi Lee ke Tiongkok.

Kunjungan ini terjadi di tengah meningkatnya persaingan industri antara kedua negara, khususnya di sektor otomotif dan kendaraan listrik. 

Sektor otomotif mencerminkan dinamika perubahan ini. Tiongkok telah menjadi produsen dan eksportir kendaraan energi baru terbesar di dunia, sementara Korea Selatan tetap menjadi pemain kunci dalam manufaktur otomotif global, elektronika daya, dan rantai pasokan baterai.

Hal tersebut menjadikan hubungan kedua negara yang tak lagi vertikal. Pasalnya, dahulu Korea Selatan menyediakan teknologi canggih dan modal, sementara Tiongkok menyumbangkan tenaga kerja.

Lee menyatakan bahwa perkembangan pesat Tiongkok telah mengubah hubungan ini, sehingga diperlukan pendekatan kerja sama yang lebih setara dan horizontal.

Lebih lanjut, Lee mengatakan kolaborasi di masa depan harus fokus pada bidang-bidang canggih seperti kecerdasan buatan dan industri teknologi tinggi, yang semakin tumpang tindih dengan manufaktur otomotif dan pengembangan perangkat lunak kendaraan.

Rantai pasokan baterai untuk kendaraan listrik menjadi area utama persaingan dan saling ketergantungan. Perusahaan-perusahaan di Tiongkok mendominasi produk baterai dengan lithium besi fosfat global, sementara Korea Selatan menjadi pemasok utama lithium ternary yang digunakan pada mobil Hyundai. 

Namun, menghadapi persaingan yang semakin meningkat, salah satu alternatif Tiongkok adalah berbiaya lebih rendah seiring dengan meluasnya adopsi kendaraan listrik.

Persaingan Perangkat Lunak Kendaraan Listrik

Area lain yang menjadi persaingan adalah perangkat lunak kendaraan listrik. Produsen mobil Tiongkok telah mempercepat penerapan sistem bantuan pengemudi canggih hingga fungsi berbasis kecerdasan buatan di seluruh model.

Sementara, Produsen Korea Selatan meningkatkan investasi dalam kendaraan yang ditentukan perangkat lunak, penelitian pengemudian otonom, dan kecerdasan buatan untuk mempertahankan daya saing di pasar domestik dan luar negeri.

Berdasarkan data dan laporan industri menunjukkan ekspor kendaraan Tiongkok ke Korea Selatan yang mengalami peningkatan.

Pada saat yang sama, pemasok suku cadang Korea menghadapi tekanan yang semakin besar dari produsen komponen Tiongkok di bidang-bidang seperti motor listrik, elektronika daya, dan material baterai. 

Sementara, produsen mobil Korea Selatan terus memperluas investasi penelitian dan pengembangan di bidang elektrifikasi yang meningkatkan nilai tambah produk mereka.

Lee mengatakan bahwa Tiongkok dan Korea Selatan memiliki rantai pasokan industri yang terintegrasi secara mendalam dan menekankan pentingnya menghindari konfrontasi dalam hubungan ekonomi. 

Â