Layar Panel Instrumen Bisa Mendadak Mati, Hampir 600 Ribu Mobil Toyota dan Lexus Ditarik

Masalah panel instrumen digital 12,3 inci membuat Toyota harus menarik hampir 600 ribu unit mobil di AS. Layar bisa tiba-tiba mati saat start-up maupun di tengah perjalanan, menimbulkan risiko kecelakaan.

Diterbitkan 22 September 2025, 06:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Toyota mengumumkan penarikan besar-besaran hampir 600 ribu unit mobil di Amerika Serikat setelah ditemukan masalah serius pada panel instrumen digital yang bisa tiba-tiba mati saat mobil dinyalakan atau sedang dikendarai. Kondisi ini dinilai berisiko meningkatkan potensi kecelakaan. 

Disitat dari Carscoops, Senin (22/9/2025), recall ini melibatkan berbagai model Toyota dan Lexus keluaran 2023 hingga 2025.

Mobil-mobil modern kini semakin sarat teknologi, namun di balik kecanggihannya ada risiko kerusakan yang tidak bisa disepelekan.

Dalam kasus ini, layar digital berukuran 12,3 inci pada sejumlah model Toyota dan Lexus terdeteksi bisa gagal menyala saat mesin dihidupkan.

Akibatnya, pengemudi tidak bisa melihat informasi penting seperti kecepatan, indikator bahan bakar, hingga lampu peringatan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, kerusakan ini tidak hanya bisa muncul saat start-up, tetapi juga ketika mobil sedang berjalan.

Jika layar mendadak mati di tengah perjalanan, risiko kecelakaan maupun cedera tentu semakin besar karena pengemudi kehilangan panduan visual yang vital.

Masalah ini menjadi perhatian serius karena menyinggung komponen utama dalam pengalaman berkendara. Panel instrumen digital seharusnya menjadi pusat informasi kendaraan, bukan justru menjadi titik rawan yang bisa membahayakan.

Model yang Terdampak Recall

Total ada 591 ribu unit yang ditarik kembali, mencakup 15 model dari Toyota dan Lexus. Dari kubu Toyota, model yang terdampak antara lain Venza, Crown, Crown Signia, RAV4, GR Corolla, 4Runner, Camry, Grand Highlander, Tacoma, dan Highlander.

Sementara dari lini Lexus, tiga model premium yang masuk daftar adalah LS, RX, dan TX. Namun tidak semua unit dari model tersebut ikut terkena recall.

Misalnya, hanya ada tujuh unit Toyota 4Runner dan tiga unit Lexus LS500h yang bermasalah. Di sisi lain, jumlah terbesar terjadi pada lebih dari 113 ribu unit Toyota RAV4 dan 33 ribu lebih Lexus TX.

Keterlibatan berbagai model populer ini membuat recall kali ini cukup besar skalanya. Tak hanya sedan dan SUV, tetapi juga mencakup pikap seperti Toyota Tacoma yang banyak digunakan di Amerika.

Langkah Perbaikan dari Toyota dan Lexus

Toyota menyatakan bahwa pemilik mobil yang terdampak akan mulai mendapat pemberitahuan resmi paling lambat pertengahan November 2025.

Para dealer Toyota dan Lexus sudah mendapat instruksi untuk segera melakukan pemeriksaan. Jika ditemukan masalah, panel instrumen akan diprogram ulang atau diganti dengan versi terbaru yang sudah diperbaiki.

Langkah ini diambil untuk memastikan pengemudi tidak lagi mengalami layar kosong di tengah perjalanan. Toyota menekankan bahwa perbaikan ini akan dilakukan tanpa biaya untuk konsumen.

Menariknya, recall ini bukan yang pertama dilakukan Toyota dalam beberapa bulan terakhir.

Awal September lalu, lebih dari 94 ribu unit Toyota bZ4X, Subaru Solterra, dan Lexus RZ juga ditarik karena masalah pada sistem HVAC yang bisa membuat pemanas dan defroster tidak berfungsi.