Huawei & SAIC Bocorkan SUV Listrik Shangjie H5, Siap Meluncur September 2025

Huawei dan SAIC bersiap meluncurkan SUV listrik terjangkau Shangjie H5 pada September 2025, tersedia dalam varian EREV dan BEV dengan jarak tempuh hingga 655 km.

Diterbitkan 14 Agustus 2025, 19:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mobil SUV terbaru hasil kolaborasi Huawei dan SAIC, Shangjie H5, mulai terungkap lewat foto bocoran menjelang peluncuran resminya pada September 2025. Model ini menjadi lini kelima dari Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) dan akan hadir dalam dua pilihan, yakni extended-range electric vehicle (EREV) dan battery electric vehicle (BEV), lengkap dengan teknologi mengemudi otonom Huawei ADS 4.

Shangjie H5 tampil lebih kompak dibanding Aito M7 dan Luxeed R7, memunculkan spekulasi harganya yang lebih terjangkau. Perkiraan dari CarNewsChina, harga mobil ini akan berada di bawah 200.000 yuan atau sekitar Rp451 juta.

Tampilan depannya mengusung lampu depan hitam ramping, saluran udara dinamis di kedua sisi, dan sensor LiDAR di bagian depan untuk mendukung fitur otonom.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT), dimensinya memiliki panjang 4.780 mm, lebar 1.910 mm, tinggi 1.664 mm, dan jarak sumbu roda 2.840 mm.

Di bagian belakang, lampu LED membentang penuh dari sisi ke sisi, dilengkapi aksen krom yang memberi kesan premium.

Pilihan Mesin dan Performa

Varian EREV Shangjie H5 dibekali mesin 1.5L buatan SAIC Motor yang berfungsi sebagai generator daya, dengan tenaga maksimum 72 kW (96 hp).

Model ini mampu menempuh jarak listrik murni 230 km dan jarak total hingga 1.300 km.

Untuk versi BEV, tersedia motor listrik dengan daya 150 kW (201 hp) hingga 180 kW (241 hp), dengan jarak tempuh maksimum mencapai 655 km berdasarkan uji CLTC.

Data MIIT mencatat opsi jarak tempuh listrik murni mulai 525 km, 535 km, 640 km, hingga 655 km, tergantung konfigurasi baterai.

Strategi dan Identitas Merek

Sejalan dengan strategi HIMA, setiap merek di bawah naungannya memiliki nama berbahasa Inggris yang diakhiri huruf “o.”

Namun, untuk Shangjie, nama versi internasionalnya belum diumumkan. “Shangjie” sendiri adalah ejaan pinyin dari nama dalam bahasa Mandarin.

Meski belum ada konfirmasi resmi, peluang Shangjie H5 masuk ke pasar Indonesia cukup terbuka, mengingat tren SUV listrik yang semakin berkembang.

Kehadiran Huawei di sektor otomotif juga bisa menarik minat konsumen lokal yang menginginkan teknologi canggih dengan harga kompetitif.

Infografis Mobil Kepresidenan