Sukses

Top 3: Daftar Prestasi Suzuki di MotoGP dan Dampak Bensin Oplosan

Liputan6.com, Jakarta - Suzuki dikabarkan tak akan mengikuti lagi ajang balapan MotoGP setelah musim 2022 berakhir. Sebelum resmi hengkang, Anda dapat menyaksikan daftar keberhasilan Suzuki seperti yang diulas dalam artikel "Daftar Prestasi Suzuki Selama Berkiprah di Ajang Bergengsi MotoGP".

Selain itu, dua berita menarik lainnya adalah "Volkswagen Siap Cetak 800 ribu Mobil Listrik pada 2022" dan "Waspada, Bensin Oplosan Bisa Berdampak Buruk untuk Sepeda Motor". Berikut rangkumannya.

1. Daftar Prestasi Suzuki Selama Berkiprah di Ajang Bergengsi MotoGP

Suzuki resmi tak akan mengikuti lagi ajang balap MotoGP setelah berakhirnya musim 2022. Berdasarkan pengumuman melalui kanal resminya (12/5), mundurnya Suzuki disebabkan oleh masalah finansial dan ekonomi tim.

"Suzuki Motor Corporation tengah berdiskusi dengan Dorna mengenai kemungkinan mengakhiri partisipasinya di MotoGP pada akhir tahun 2022. Sayangnya, situasi ekonomi saat ini dan kebutuhan untuk memusatkan upaya pada perubahan besar yang dihadapi dunia Otomotif di tahun-tahun ini, memaksa Suzuki untuk mengalihkan biaya dan sumber daya manusia untuk mengembangkan teknologi baru," tulis Suzuki dikutip dari Suzuki-Racing.

Baca selengkapnya di sini.

2. Volkswagen Siap Cetak 800 ribu Mobil Listrik pada 2022

Volkswagen berencana untuk membangun 800 ribu unit mobil listrik penuh di seluruh dunia pada 2022. Kemudian, sebanyak 1,3 juta unit mobil listrik, juga akan dihadirkan pabrikan asal Jerman ini pada 2023.

Dilansir Reuters, Volkswagen juga tengah bekerja untuk membuat setengah dari produksi globalnya pada 2030 adalah kendaraan listrik.

Baca selengkapnya di sini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

3. Waspada, Bensin Oplosan Bisa Berdampak Buruk untuk Sepeda Motor

Masih banyak pemilik sepeda motor yang membeli bahan bakar di tempat eceran. Alasannya, jarak rumah dengan SPBU yang jauh, terhindar dari antrean, atau bensin yang sudah terlanjut habis.

Namun, membeli bensin di eceran tidak lepas dari berbagai risiko. Biasanya, harga bensin eceran selalu lebih mahal dibandingkan dengan bensin yang dijual di SPBU. Selain itu, ada juga potensi kerusakan dan memengaruhi performa kendaraan.

Baca selengkapnya di sini.