Sukses

Empat Komponen Slow Moving pada Mobil Ini Perlu Dirawat Secara Berkala

Liputan6.com, Jakarta - Pemilik mobil harus merawat kendaraaan kesayangannya agar dapat bekerja secara optimal. Dengan perawatan yang tepat, mobil tidak akan tiba-tiba bermasalah.

Soal perawatan ini berkaitan dengan pemahaman suku cadang. Suku cadang kendaraan banyak dikenal dengan istilah fast moving dan slow moving spare part yang terdiri dari masa pakai berbeda-beda. Fast moving masa pakainya cukup singkat dan diganti mengikuti jadwal servis berkala. Beberapa diantaranya adalah filter kendaraan, kampas rem, oli serta busi. Sementara suku cadang slow moving memiliki masa pakai yang lebih lama, kadang membuat lupa untuk menggantinya. Apa saja yang termasuk di komponen slow moving?

Pertama adalah kopling. Tugas kopling adalah menyalurkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin menuju ke transmisi mobil. Kopling yang bermasalah akan membuat penyaluran tenaga tidak dapat berjalan lancar bahkan bisa membuat mobil mogok. Pengemudi akan merasakan saat kopling mulai bermasalah seperti kesulitan memindahkan gigi pada transmisi manual atau kehilangan tenaga pada transmisi otomatis. Kopling terdiri atas beberapa komponen namun ada baiknya diganti satu set untuk memastikan kinerja optimal dan tidak bermasalah lagi. 

Komponen kedua adalah kaki-kaki mobil. Komponen ini berada di kolong mobil yang membuat pemiliknya jarang melakukan pengecekan pada kaki-kaki kendaraan. Padahal di sana terdapat sistem kemudi dan sistem suspensi mobil yang berperan penting dalam menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara. Sistem kemudi yang optimal akan membantu pengemudi mengendalikan kendaraan dengan aman, sementara sistem suspensi yang terjaga akan memastikan perjalanan terasa nyaman.Komponen yang kerap bermasalah di area ini adalah shock absorber karena tugasnya cukup berat yakni meredam guncangan. 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Baterai

Komponen berikutnya adalah aki mobil atau baterai. Tugas komponen ini cukup sederhana yakni memberikan tenaga listrik pada sistem starter untuk menyalakan mesin mobil dan menyalurkan tenaga listrik untuk komponen yang membutuhkan ketika mesin dimatikan. Jika komponen ini bermasalah maka bisa merepotkan, seperti mesin tidak bisa dinyalakan akibat kondisi aki yang lemah. Apalagi jika gemar memasang aksesoris tambahan seperti lampu dan audio yang banyak menyita tenaga listrik. Normalnya usia pakai aki mobil sekitar 2 sampai 4 tahun tergantung pemakaian.

Komponen keempat adalah ban mobil. Komponen ini terhitung berat tugasnya yakni menyalurkan tenaga mobil ke jalan, mengarahkan kendaraan, memberikan daya pengereman, membantu menyerap benturan, hingga menopang bobot kendaraan yang besar. Padahal, bidang kontak si karet bundar ini sangat terbatas. Ditambah lingkungan kerja yang keras, seperti melewati jalan aspal yang panas, beton yang kasar, serta menabrak lubang atau melewati jalan rusak. Belum lagi jika gaya berkendara pengemudi cukup kasar atau sering melewati jalan rusak yang membuat usia pakai ban menurun drastis.

“Komponen spare parts beragam jenisnya, AutoFamily perlu memahami beberapa parts penting mobil. Tidak hanya merepotkan ketika bermasalah, beberapa komponen misalnya kopling, shock absorber banyak yang terkait langsung atas keamanan dan kenyamanan berkendara, sehingga pastikan selalu dalam kondisi prima,” ucap Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000, Kamis (27/1/2022). (Sta/Raju)

Sumber: Oto.com

3 dari 3 halaman

Infografis 6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat.