Sukses

Mesin Diesel Terbaru Volkswagen Diklaim Lebih Ramah Lingkungan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah era elektrifikasi otomotif, kebanyakan pabrikan mobil berlomba-lomba untuk menghadirkan kendaraan listrik. Namun, tidak demikian dengan Volkswagen, mereka justru masih bermain dengan pengembangan mesin diesel.

Lewat mesin diesel empat silinder generasi terbarunya, produsen asal Jerman ini mengklaim bahwa mesin tersebut lebih bersih dari sebelumnya berkat penggunaan bahan bakar parafin.

Bahan bakar parafin ini merupakan bahan bakar diesel yang baru dikembangkan dan mengandung bio-komponen oleh Volkswagen. Bahan bakar tersebut dihasilkan dari residu biologis dan bahan limbah seperti (Hydrotreated Vegetable Oil).

Di Eropa sendiri, bahan bakar ini juga sudah digunakan dan tersedia di pasar, sehingga dapat memberikan konsumen pilihan alternatif mobilitas yang ramah lingkungan.

Dengan mengandalkan bahan bakar parafin, Volkswagen, mengklaim bahwa dengan penggunaan tersebut dapat memberikan emisi karbon yang lebih ramah lingkungan.

Bahkan, klaim tersebut menjelaskan mampu menurunkan karbon sebesar 70 hingga 95 persen jika dibandingkan dengan mesin diesel konvensional.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Sudah Disematkan Pada Model Tiguan TDI

Berdasarkan informasi resminya, Volkswagen, telah menyematkan mesin tersebut pada beberapa model di antaranya adalah Tiguan TDI dan Golf generasi kedelapan dalam trim GTD.

Thomas Garbe, Kepala Bahan Bakar Bensin dan Diesel Volkswagen, menjelaskan melalui pengembangan tersebut seluruh konsumen Volkswagen di Eropa akan mendapatkan kendaraan yang lebih bersih secara gas buangnya.

"Melalui penggunaan bahan bakar ramah lingkungan pada model Volkswagen yang disetujui, kami memungkinkan pelanggan di seluruh Eropa untuk secara signifikan mengurangi emisi CO2 mereka segera setelah bahan bakar tersedia secara lokal," jelas Thomas Garbe.

3 dari 3 halaman

Infografis Yuk Kurangi Mobilitas Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Periode Nataru