Sukses

Baterai Mobil Listrik Kona Terbakar, Konsumen Tuntut Hyundai

Liputan6.com, Jakarta - Hyundai Motor Co harus menghadapi tuntutan hukum, atas serangkaian kebakaran baterai di kendaraan listriknya, Kona. Paket sumber tenaga ini merupakan buatan LG Chem, yang juga digunakan Chevrolet Bolt yang beberapa waktu lalu juga dilakukan recall.

Melansir Reuters, salah satu pemilik Hyundai Kona EV, seorang pegawai negeri di Korea Selatan, yang meminta diidentifikasi dengan nama belakang Kim, termasuk di antara sekitar 200 orang yang mengajukan gugatan class action kepada Hyundai, pekan lalu.

Bersama dua pengacara yang mewakili penggugat, Kim mencari kompensasi atas kerugian yang dialaminya dan juga para pemilik mobil listrik yang bermasalah tersebut.

Si penggugat telah memulai upaya petisi untuk menuntut produsen mobil yang berbasis di Seoul ini, setelah mobil listrik yang sama terbakar di lingkungannya, dan memaksa sekitar 20 warga untuk mengungsi.

Salah satu pengacara mengatakan, awalnya para penggugat mencari 8 juta won per penggugat, dan permintaan tersebut bisa saja meningkat saat persidangan.

Penggugat ingin Hyundai mengganti seluruh paket baterai, yang merupakan bagian paling mahal dari kendaraan, bukan hanya memperbarui perangkat lunak, seperti yang diberikan perusahaan dalam kampanye recall.

2 dari 4 halaman

Masalah recall

Penarikan kembali sejatinya dapat merusak reputasi serta finansial Hyundai dan pembuat mobil lainnya. Masalah ini juga bisa mengurangi permintaan terhadap mobil listrik di pasaran.

"Baterai yang tidak aman itu seperti bom," kata Park Chul-wan, seorang ahli baterai Korea Selatan.

Serangkaian kebakaran yang melibatkan produsen mobil, termasuk GM, BMWE, dan Ford seperti mengungkap tantangan yang dihadapi industri dalam mengelola risiko teknologi baru, dan tekanan untuk meningkatkan produksi dan kinerja baterai.

 

3 dari 4 halaman

Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: