Sukses

Speedometer Motor Bisa Terbakar Saat Parkir, Ini Penjelasannya

 

Liputan6.com, Jakarta - Parkir motor di bawah terik matahari untuk waktu yang lama bukanlah ide yang bagus. Selain merusak kualitas cat sepeda motor, speedometer pun bisa rusak.

Istilahnya disebut sunburn speedometer atau kondisi terbakarnya spidometer motor. Ini terjadi karena area penampang informasi itu terpapar sinar matahari. Dilansir dari website Wahana Honda, kejadian tersebut mungkin tidak akan berdampak jika motor dijemur dalam waktu singkat. Sebaliknya, risiko sunburn tadi tinggi jika terpapar dalam waktu lama dan terus menerus. Belum lagi kalau panel motor Anda tak memiliki cover atau posisinya yang nyaris vertikal.

Indikasinya terlihat ketika angka-angka pada spidometer atau panel meter buram dan menghilang. Menurut mereka, penyebabnya karena adanya salah satu filter pada lapisan LCD atau polarizer yang terbakar. Maka dari itulah perangkat itu tak bisa menampilkannya secara menyeluruh. Jika sudah demikian, satu-satunya cara ialah menggantinya dengan yang baru.

Kendati begitu, jangan gegabah untuk melakukannya secara mandiri. Main dealer motor Honda di Jakarta dan Tangerang ini tidak menyarankan, karena ada kemungkinan sistem filter polarizer-nya tidak seperti bawaan pabrik. Untuk itu konsumen disarankan untuk membawanya ke diler resmi terpercaya.

 

2 dari 4 halaman

Cara Mencegah

Bukan saja tak normal, proses pemasangan item ini cukup merepotkan. Paling penting harga dari polarizer tersebut berkisar Rp 1 jutaan. Lumayan mahal bukan? Jika tak ingin mengalami kejadian demikian, ada baiknya untuk mencegah.

Caranya pun mudah, tinggal parkirkan motor di tempat beratap. Atau di tepat teduh. Atau bisa juga menggunakan cover pelindung yang menyerap panas, supaya terhindar dari sunburn speedometer ini. Cara ini dapat Anda pakai jika terpaksa memarkirnya di atap terbuka.

3 dari 4 halaman

Jaga Tekanan Angin Ban

Apabila motor lama tak dipakai, jangan lupa juga untuk menjaga tekanan angin ban. Sebaiknya isi dengan nitrogen karena memiliki molekul lebih besar ketimbang angin biasa. Dengan begitu proses keluarnya udara melalui pori-pori ban menjadi sedikit terhambat. Kemudian, parkir motor menggunakan standar tengah. Ditujukan supaya ban tidak bersentuhan langsung dengan lantai. Sebab ini yang menyebabkan pori-pori ban menjadi terbuka.

Bagaimana jika memarkirnya dengan standar samping saja? Pada posisi ini, justru ban mendapatkan tekanan lebih berat. Yang berarti mempercepat penyusutan angin di dalam ban itu sendiri. Terlebih saat malam hari dengan suhu yang dingin, udara pada ban bakal ikut menyusut dan akhirnya kempis.

Sumber: Motovaganza.com

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: