Sukses

Cara Atasi Microsleep Saat Berkendara

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan maut yang melibatkan dua bus terjadi di Tol Cipali dari arah Palimanan menuju Jakarta, Kamis (14/11) dini hari. Dalam kecelakaan tersebut tujuh orang dinyatakan tewas. Kecelakaan tersebut disinyalir terjadi dikarenakan sopir yang mengantuk dan kurang antisipasi.

Mengantuk saat berkendara merupakan tantangan bagi tiap pengemudi terutama saat melaju di jalan tol. Perjalanan jalur tol yang panjang dan monoton dapat menimbulkan rasa kantuk yang berakibat pada microsleep.

Dilansir Auto2000, microsleep merupakan kondisi tertidur lelap secara tiba-tiba dalam waktu singkat antara 1 hingga 30 detik. Pengemudi yang tidak bisa menahan rasa kantuk akhirnya tertidur dalam waktu yang singkat. Akibatnya, pengemudi akan kehilangan kendali dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Terdapat beberapa ciri seseorang akan terkena microsleep salah satunya kehilangan konsentrasi. Salah menyalakan lampu sein, tidak dapat menjaga kecepatan dengan konsisten, sulit menjaga kendaraan di jalur semestinya merupakan gejala pengemudi akan terserang microsleep.

Tanda paling jelas adalah ketika kepala dan kelopak mata terasa sangat berat. Kepala akan mengangguk secara tidak sadar dan sering menguap dengan durasi yang cukup panjang.

2 dari 2 halaman

Cara mengatasi microsleep

Kelelahan merupakan faktor utama penyebab timbulnya rasa kantuk yang berakibat microsleep. Untuk itu apabila merasakan gejala microsleep, sempatkan untuk beristirahat 15 menit hingga satu jam untuk memulihkan kondisi fisik tubuh.

Manfaatkan rest area yang berada di jalan tol untuk tidur sejenak. Agar nyaman, nyalakan AC mobil dan buka sedikit kaca supaya ada sirkulasi udara.

Perbanyak minum air putih agar peredaran darah lancar dan terhindar dari dehidrasi yang dapat menimbulkan kelelahan dan penurunan konsentrasi. Selain itu, pengemudi juga dapat melakukan senam ringan agar badan kembali rileks.

Penulis: Khema Aryaputra

Loading