Sering Ngantuk Saat Berkendara? Ini 10 Cara Menjaga Tetap Waspada

Sering merasa ngantuk saat berkendara? Daihatsu membagikan 10 tips agar pengemudi tetap waspada, mulai dari cukup istirahat hingga berhenti setiap 2-3 jam.

Diterbitkan 30 Agustus 2026, 16:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rasa ngantuk saat berkendara tidak boleh dianggap sepele. Perjalanan jauh maupun rutinitas berkendara sehari-hari dapat membuat konsentrasi menurun hingga meningkatkan risiko microsleep.

Banyak cara untuk membantu pengemudi menjaga kewaspadaan selama perjalanan. Dilansir dari laman Daihatsu, Minggu (30/8/2026), berikut 10 cara yang bisa diperhatikan sebelum dan saat berkendara:

Pastikan Cukup Istirahat

Kualitas tidur sebelum perjalanan berperan penting dalam menjaga kewaspadaan. Karena itu, pastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh.

Berhenti Saat Mulai Mengantuk

Jika mulai sering berkedip atau kesulitan menjaga mata tetap terbuka, jangan memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Segera cari tempat aman untuk berhenti dan beristirahat.

Istirahat Setiap 2-3 Jam

Dalam perjalanan panjang, pengemudi disarankan melakukan pemberhentian singkat setiap 2-3 jam. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk meregangkan tubuh, minum, dan menyegarkan diri.

Hindari Mengemudi pada Malam Hari

Risiko mengantuk cenderung lebih tinggi pada malam hari karena tubuh secara alami memasuki waktu istirahat. Jika tidak benar-benar diperlukan, hindari berkendara pada jam yang biasanya digunakan untuk tidur.

Jangan Makan Berat Sebelum Berkendara

Makanan berat, terutama yang tinggi lemak, gula, dan karbohidrat, dapat memicu rasa kantuk. Jika harus berkendara setelah makan, pilih makanan yang lebih ringan.

Jangan Mengandalkan Kopi

Kopi atau minuman berkafein memang dapat memberikan efek stimulan, tetapi efek-nya hanya berlangsung dalam waktu tertentu. Minuman berkafein tidak seharusnya menggantikan kebutuhan untuk tidur atau beristirahat.

Manfaatkan Fitur Keselamatan

Sejumlah kendaraan modern sudah dilengkapi sistem yang dapat mendeteksi tanda-tanda kantuk dan memberikan peringatan kepada pengemudi. Jika tersedia, fitur tersebut dapat digunakan sebagai pengingat untuk segera berhenti dan beristirahat.

Jaga Kabin Tetap Sejuk

Udara kabin yang pengap dapat membuat pengemudi semakin tidak nyaman. Pengemudi dapat menggunakan AC atau membuka jendela sesaat untuk mendapatkan udara segar.

Namun, udara sejuk bukan pengganti waktu istirahat. Jika rasa kantuk sudah muncul, langkah yang paling aman adalah berhenti dan beristirahat.

Dengarkan Radio atau Berbicara dengan Penumpang

Mendengarkan radio atau berbicara dengan penumpang dapat membantu menjaga kewaspadaan. Namun, aktivitas tersebut tidak boleh sampai mengganggu konsentrasi dan perhatian terhadap kondisi jalan.

Ubah Posisi Tempat Duduk

Mengubah posisi tempat duduk secara berkala dapat membantu menghindari rasa terlalu nyaman yang membuat tubuh semakin mengantuk. Meski demikian, posisi tersebut tetap harus memastikan pengemudi dapat melihat kaca spion dan mengendalikan kendaraan dengan aman.

Pada akhirnya, cara paling penting untuk menghadapi rasa kantuk adalah tidak memaksakan diri terus mengemudi. Jika tubuh mulai memberikan tanda-tanda kelelahan, segera cari lokasi yang aman untuk berhenti dan beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.