Sukses

Ini yang Terjadi Jika Gasket Silinder Head Mesin Bocor

Liputan6.com, Jakarta - Silinder head merupakan salah satu bagian inti dari mesin kendaraan bermotor. Pada bagian ini, terdapat gasket atau yang karib disebut paking.

Pada dasarnya, gasket silinder head merupakan penyambung blok mesin dan kepala silinder di mobil. Fungsinya mempertahankan kompresi di ruang bakar dan mencegah kebocoran oli maupun pendingin masuk ke ruang pembakaran.

Tapi, bagaimana jika gasket yang seharusnya menjadi pencegah kebocoran malah menjadi sumber masalah pada mobil?

Dikutip dari Auto 2000, hal ini terjadi karena ada kebocoran pada gasket yang membuat pertemuan antara blok mesin dan silinder head menjadi tidak rapat.

Efeknya cukup merepotkan, terutama ketika mesin mobil Anda mengalami overheating. Air radiator memang tampak berkurang, tapi tidak ada kebocoran sedikitpun pada radiator.

Setelah melalui pemeriksaan, bisa jadi sebab bocor adalah gasket silinder head. Dari celah itu air radiator mengalir hingga mengganggu kerja sistem pendinginan mesin.

Gasket silinder head bocor tidak hanya mengganggu sistem pendinginan mesin. Proses pembakaran bahan bakar di ruang bakar juga akan terganggu karena tercampur air.

 

2 dari 2 halaman

Lebih Repot Lagi Kalau Performa Mesin Terganggu

Yang lebih merepotkan adalah gangguannya pada performa mesin. Akibat ini muncul karena gasket silinder head yang bocor juga berarti kebocoran kompresi.

Kebocoran kompresi praktis akan menurunkan tenaga mesin karena salah satu syarat mesin dapat hidup dengan normal adalah terdapatnya tekanan kompresi yang cukup.

Beberapa hal yang perlu dilakukan jika masalah ini terjadi yaitu mengganti gasket silinder head. Untuk menghindari resiko yang lebih parah, kamu juga bisa melakukan penggantian pada overhaul silinder head.

Meskipun pada umumnya kerusakan komponen ini disebabkan oleh faktor usia, ada sedikit tips agar kasus seperti di atas tidak menimpamu.

Terutama, pada kendaraan yang silinder head-nya menggunakan baut elastis region (bukan plastik region). Untuk jenis ini, lakukan pemeriksaan 10 ribu km.