Sukses

Kalau Ada Shock PCX Bengkok, Bisa Datang ke Honda

Liputan6.com, Jakarta - Kabar shock Honda PCX 150 bengkok rupanya sudah sampai ke telinga salah satu bos PT Astra Honda Motor (AHM) selaku agen tunggal merek sepeda motor Honda, yaitu Thomas Wijaya yang menjabat sebagai Marketing Director PT AHM.

Honda tak gegabah langsung menyebut soal shockbreaker ini masuk dalam recall atau penarikan kembali.

“Kalau ada yang mengeluh silahkan datang ke tempat kami,” ucap Thomas saat ditemui wartawan di kawasan Senayan, Jakarta.

Thomas sendiri menyatakan, bahwa saat ini bagian shock bukanlah sebuah kecacatan produksi. Oleh karena itu dia menjelaskan cara kerja shock Honda PCX yang menggunakan bagian depan depan teleskopik dan belakang twin.

“Jadi gini, tentu dengan motor besar, bobotnya berbeda. Nah, makanya secara desain kami membuat shockbreaker itu agar lebih fleksibel dan suspensinya lebih besar,” ungkapnya.

“Jadi baik yang ke atas maupun ke bawah, dan sampingnya itu kami longgarkanlah, ibaratnya ada toleransi. Jadi pada saat masuk ke jalanan yang mungkin polisi tidur (jalan rusak atau bergelombang), dia justru lebih fleksibel dan adjust,” tambahnya.

Dengan tampilan visual shockbreaker yang berbeda inilah, menurut Thomas, konsumen merasa aneh. Padahal, lanjut dia, tujuannya agar hanya lebih fleksibel dan lebih adjust.

2 dari 2 halaman

Bantingan Jadi Terasa Keras

Thomas juga menampik, jika Honda PCX 150 dianggap memiliki bantingan cukup keras. Sebaliknya, dia menyatakan, jika soal hal itu adalah relatif bagaimana cara konsumen berkendara.

"Tapi kalau ada yang merasakan engga sreg dan kurang puas, kami sangat terbuka untuk berdiskusi dengan konsumen. Artinya, seluruh jaringan kami itu siap menangani kalau konsumen merasa kurang nyaman atau kurang sreg terkait suspensi mereka dan sebagainya," ujar Thomas.

Thomas pun menyatakan, jika memang konsumen membutuhkan penyesuaian pada bagian shockbreaker, maka Honda akan menyesuaikan pada posisi yang diinginkan. Tentu saja hal itu bisa dilakukan di jaringan Honda. 

"Tapi saya pastikan itu, bukan sesuatu hal yang datangnya dari kesalahan produksi. Kenapa? Karena semua yang kami produksi pasti sudah kami lakukan tes beberapa bulan," terangnya.

Kedua, kata Thomas, pada saat melakukan proses produksi, setiap sepeda motor Honda pasti dilakukan final check untuk tahap akhir. Terlebih Honda PCX 150 merupakan produk global.

"Kalau ada yang mengeluh dan minta ganti? Kami akan lihat dulu dan analisa, nanti akan dicek oleh mekanik-mekanik kami penyebabnya dari apa dan sebagainya," tutupnya.

Artikel Selanjutnya
THR dari Pemerintah Diprediksi Meningkatkan Penjualan Motor di Bulan Ramadan
Artikel Selanjutnya
All New Brio Meluncur di GIIAS 2018?